INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah Forum Smart City Nasional 2025 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI pada 26 – 27 Agustus 2025. Acara yang diikuti 251 kabupaten/kota ini menghadirkan kepala daerah, perwakilan provinsi, dan mitra swasta untuk memperkuat kolaborasi pembangunan kota cerdas di Indonesia.
Mengangkat tema “Inovasi Kota Cerdas Mewujudkan Kedaulatan, Ketahanan, dan Keberlanjutan Indonesia Emas”, forum ini menjadi ruang sinergi pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat transformasi digital menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam forum tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meraih penghargaan Smart Province 2024 dari Komdigi RI. DIY tercatat unggul dalam tiga kategori, yaitu Smart Living, Smart Economy, dan Smart Environment.
“Penghargaan ini bukti nyata bahwa transformasi digital di DIY berjalan konsisten dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital memberikan apresiasi atas inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah pada acara welcoming dinner yang digelar pada Selasa (26/8/2025) di Hotel Tentrem, Yogyakarta.
Penghargaan itu, menegaskan posisi DIY sebagai provinsi pelopor dalam penerapan konsep kota cerdas sebagai fondasi penting menuju Indonesia Emas.
“Pemerintah daerah telah menunjukkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ini menjadi pondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Meutya.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, pembangunan kota cerdas tidak hanya soal teknologi, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta adalah pengejawantahan semangat golong gilig lan manunggal nyawiji, yaitu kebersamaan dalam mewujudkan tujuan bersama,” ujarnya saat membuka forum pada, Rabu (27/8/2025).
Senada, Dirjen Teknologi Pemerintahan Digital Komdigi, Mira Tayyiba, menegaskan bahwa kebijakan Smart City mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Transformasi digital harus menjamin kedaulatan, ketahanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan komitmennya memperkuat layanan publik digital melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
“Target ke depan adalah menghadirkan one and single website dengan data tunggal warga. Sistem ini akan mendukung integrasi layanan, termasuk penyelesaian masalah bantuan sosial,” ungkap Hasto.
Selain mempercepat transformasi digital, forum ini juga memberikan dampak ekonomi bagi Yogyakarta. Kehadiran peserta dari ratusan daerah meningkatkan okupansi hotel, mendorong promosi UMKM, hingga memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota inovatif.
Kegiatan ini turut didukung oleh PT Performa Optima Group. CEO Stefanus Sugeng Irawan berharap forum ini melahirkan kolaborasi nyata.
“Semoga Forum Smart City 2025 sukses dan membawa dampak besar bagi pembangunan kota cerdas di Indonesia,” ujarnya.(*)
Penulis : Elis