Headline Jabodetabek

Gelombang Demo Buruh dan Mahasiswa 28-29 Agustus Ricuh, Kapolri Minta Maaf atas Insiden Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob

INTENS PLUS –  JAKARTA. Sejumlah aksi demonstrasi terjadi serentak di berbagai daerah di Indonesia (28/8). Aksi dipimpin oleh kelompok buruh dan mahasiswa dengan membawa beragam tuntutan mulai dari isu ketenagakerjaan, pajak perburuhan, hingga kritik terhadap DPR.

Di Jakarta, aksi awal digelar oleh buruh yang tergabung dalam Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB). Massa menyuarakan enam tuntutan, yakni:

  • Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM). Buruh mendesak agar Upah Minimum Tahun 2026 naik 8,5–10,5 persen.
  • Setop PHK dan bentuk Satgas PHK.
  • Reformasi pajak perburuhan, termasuk: naikkan PTKP Rp7,5 juta per bulan, hapus pajak pesangon, pajak THR, pajak JHT, serta diskriminasi pajak bagi perempuan menikah. 
  • Juga peningkatan jaminan sosial pekerja, penegakan aturan keselamatan kerja, dan perlindungan hak pekerja perempuan dan buruh kontrak. 

Aksi ini berlangsung damai hingga massa buruh meninggalkan gedung parlemen.

Setelah buruh membubarkan diri, giliran kelompok mahasiswa yang menggelar aksi di depan dan belakang kompleks parlemen. Mereka menyoroti besarnya tunjangan DPR yang dinilai berlebihan dan bermewah-mewahan.

Namun, aksi tersebut berakhir ricuh. Polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata. Mahasiswa terpencar ke sejumlah titik hingga kericuhan berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) dini hari.

Kericuhan semakin memanas setelah seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Insiden ini memicu amarah massa yang kemudian bergerak ke Mako Brimob. Propam Polri kini memeriksa tujuh anggota Brimob terkait kasus tersebut.

Kapolri Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang menewaskan Affan. Ia menegaskan Polri akan bertanggung jawab penuh.

“Saya sangat menyesali insiden ini dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban maupun komunitas ojol. Saya sudah memerintahkan Kapolda untuk mencari keberadaan korban, memastikan penanganan medis, dan menindaklanjuti kasus ini melalui Propam,” ujar Sigit, Kamis (28/8).

Pada Jumat dini hari, Kapolri bahkan menemui keluarga korban di RSCM. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan belasungkawa langsung dan memeluk perwakilan keluarga Affan.

Selain Jakarta, aksi buruh juga berlangsung di beberapa daerah lain.

Surabaya: Ribuan buruh KSPI Jawa Timur berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur. Massa mengenakan topeng bergambar Menteri Keuangan Sri Mulyani sambil membawa spanduk berisi tuntutan penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT.

Bandung: Aksi buruh digelar di Gedung Sate, menuntut penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penghentian PHK, hingga pembentukan Satgas PHK.

Polda Metro Jaya Larang Live Streaming Demo

Di tengah meningkatnya eskalasi demo, Polda Metro Jaya mengeluarkan larangan keras terhadap aktivitas live streaming di media sosial, khususnya TikTok, yang dilakukan saat unjuk rasa di DPR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menilai modus live streaming rawan dipakai untuk provokasi, termasuk mengajak pelajar ikut demo.

“Kami berharap tidak ada lagi ajakan demo melalui live TikTok. Metode ini rawan disalahgunakan untuk provokasi maupun keuntungan pribadi melalui gift,” tegas Ade Ary.

Tim siber Polri kini melakukan patroli digital intensif dan siap berkoordinasi dengan platform untuk menutup akun provokatif.

Langkah Polda Metro sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memanggil perwakilan TikTok dan Meta pada Selasa (27/8).

Wakil Menteri Komdigi, Angga Raka Prabowo, menekankan bahwa konten provokatif kerap memperkeruh suasana dan merusak tatanan demokrasi.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *