Bisnis Yogyakarta

Jelang Hari Batik Nasional, UMKM Yogyakarta Didorong Melek Kekayaan Intelektual dari Tokopedia dan TikTok Shop

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Menyambut Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025, Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY menggelar edukasi kekayaan intelektual (KI) untuk sejumlah pembatik di Yogyakarta. 

Langkah ini bagian dari inisiatif #JualanNyaman, kampanye perlindungan KI yang mendorong UMKM lokal agar bisa berbisnis lebih aman, legal, dan berkelanjutan di ekosistem digital.

Communications Senior Lead Tokopedia and TikTok E-commerce, Antonia Adega, menjelaskan, inisiatif #JualanNyaman menekankan pentingnya literasi KI melalui lima strategi

Ada lima strategi panduan online KI agar penjual terhindar dari risiko penurunan performa toko, pemblokiran produk, hingga konsekuensi hukum.

Ekosistem Mall untuk penjual resmi. Serta pusat perlindungan KI bagi pemegang hak. Dan fitur “Laporkan” yang memudahkan pembeli melaporkan pelanggaran KI.

“Sejak diluncurkan pada 14 Agustus 2025, kampanye ini sudah memberdayakan ratusan pelaku usaha lintas skala dan industri. Harapannya, penjual bisa lebih percaya diri melindungi usahanya dan #JualanNyaman,” ujar Antonia. Kamis (25/9/2025).

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI, Razilu, mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, UMKM pemegang KI lebih terlindungi secara legal, dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta membuka peluang ekspansi lewat lisensi atau waralaba.

“KI bukan hanya soal legalitas, tetapi juga daya saing. UMKM pemilik KI bisa bertahan lebih lama di pasar digital yang sangat kompetitif,” tegas Razilu.

Senada, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, S.P, M.T, menambahkan bahwa pihaknya memiliki tim khusus untuk mendampingi UMKM dalam legalisasi usaha. 

“Kami sangat mengapresiasi peran Tokopedia dan TikTok Shop yang aktif meningkatkan literasi KI, terutama bagi UMKM batik di Yogyakarta,” katanya.

Perwakilan firma hukum spesialis KI K&K Advocates, Adrian Luthfi, menegaskan bahwa kepemilikan KI mampu memaksimalkan nilai komersial. “Kami ingin memastikan pelaku usaha memahami bahwa hak KI bisa melindungi brand sekaligus memberi nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Kisah UMKM Batik: Dari Rugi hingga Bangkit Lewat KI

Pemilik Rianty Batik, Aditya Suryadinata, mengaku sempat mengalami kerugian karena tidak segera mendaftarkan merek. Pada 2014, saat mencoba mengajukan pendaftaran, hanya “Rianty Batik” yang berhasil dipatenkan. Sejumlah merek lain terpaksa dilepas, sehingga mereka harus melakukan branding ulang.

“Tanpa KI, risiko merek dipakai orang lain selalu ada. Itu merugikan dan melemahkan identitas usaha,” tutur Aditya.

Berbeda dengan pengalaman Mutiara Kurnia Dewi, pemilik Delova Wardrobe, yang kini sudah memegang KI. Menurutnya, status tersebut membuat tokonya bisa masuk kategori Mall di Tokopedia dan TikTok Shop. 

“Kami bisa ikut kampanye eksklusif dan omzet penjualan tembus ratusan juta rupiah. KI jelas membuka peluang lebih besar,” ungkapnya.

Selain edukasi, Tokopedia dan TikTok Shop juga memperkuat pemberdayaan UMKM melalui kampanye Mega Sale di momen belanja besar seperti gajian dan tanggal kembar.

Pada Promo Guncang 9.9 2025, kategori dengan transaksi tertinggi di Tokopedia adalah gawai, peralatan rumah tangga, serta kecantikan dan perawatan diri. 

Sedangkan di TikTok Shop, didominasi makanan dan minuman, fesyen muslim, serta kecantikan.

UMKM batik juga mencatat pertumbuhan signifikan. Delova Wardrobe mengalami lonjakan penjualan 80% untuk produk kebaya terbaru, sementara Rianty Batik membukukan kenaikan hingga dua kali lipat. 

Secara nasional, sinergi Tokopedia dan TikTok Shop mendorong lonjakan pesanan 126%, dengan pertumbuhan 93% di DIY pada kuartal III 2025 dibandingkan tahun lalu.

Produk batik terlaris di Tokopedia meliputi jaket, rok, dan outer batik wanita. Sementara di TikTok Shop, batik couple, kebaya wanita, dan kemeja pria menjadi primadona.

Antonia Adega menambahkan bahwa kampanye belanja berikutnya adalah Gajian Sale 25 September 2025, dilanjutkan dengan Promo Guncang 10.10 (1–10 Oktober di TikTok Shop dan 6–10 Oktober di Tokopedia).

“Pembeli bisa menikmati gratis ongkir tanpa batas, diskon jutaan rupiah, hingga flash sale. Kami berharap pelaku UMKM, termasuk pembatik Yogyakarta, dapat memanfaatkan momen ini untuk memperluas pasar,” pungkasnya.(*)

Penulis : Elis

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *