Headline Yogyakarta

Prosesi Adat Iringi Keberangkatan Jenazah PB XIII ke Astana Imogiri

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, diberangkatkan menuju Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Astana Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (5/11). Ia wafat pada usia 77 tahun setelah bertahta sejak 2004.

Prosesi pelepasan jenazah diawali dari Keraton Surakarta sekitar pukul 09.00 WIB. Kirab adat melibatkan barisan prajurit keraton, diikuti kereta jenazah yang ditarik delapan kuda. Dua kereta kuda lain mengiringi keluarga keraton dan abdi dalem.

Sepanjang perjalanan menuju Loji Gandrung, prosesi diwarnai penyebaran udik-udik berupa uang logam dan beras kuning. Tradisi ini merupakan simbol berbagi berkah terakhir dari raja kepada rakyatnya. Ribuan warga tampak memadati ruas jalan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Setibanya di Loji Gandrung, jenazah transit dari kereta kuda dan dipindahkan ke mobil jenazah. Presiden ke-7 RI Joko Widodo nampak hadir untuk melepas keberangkatan menuju Astana Imogiri. Tidak ada prosesi adat tambahan di Loji Gandrung.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan Pemkot Surakarta memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan prosesi pemakaman PB XIII.

“Kami bantu untuk prosesi dari rumah sakit ke kediaman, pengamanan tamu VVIP, hingga penyediaan armada bagi para pelayat,” ujarnya.

Respati juga menyampaikan duka cita atas wafatnya PB XIII yang disebut sebagai salah satu pilar budaya di Kota Solo.

Jenazah kemudian diberangkatkan menuju Kompleks Astana Imogiri, yang menjadi makam raja-raja Mataram. Kompleks pemakaman ini terdiri atas tiga kelompok utama diantaranya makam Raja-Raja Mataram Islam, makam Raja-Raja Kesultanan Yogyakarta, dan makam Raja-Raja Kasunanan Surakarta.

Polres Bantul sebelumnya mengimbau masyarakat, untuk menghindari jalur iring-iringan untuk mencegah kemacetan dan memberi kelancaran prosesi.

Rute yang ditempuh rombongan dari Bantul meliputi Jalan Raya Janti (Blok O), lalu Ketandan, Karangturi, Gondowulung lanjut ke Jalan Imogiri Timur dan sampai ke Pajimatan Imogiri.

Antusiasme warga terlihat sepanjang jalur prosesi. Banyak masyarakat yang menanti untuk menyaksikan langsung iring-iringan dan memberikan penghormatan terakhir. Para kerabat dan abdi dalem turut mendampingi hingga peristirahatan terakhir.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *