INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan semakin terbuka, setelah Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengalokasikan 25 unit bus sekolah untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Dukungan tersebut disampaikan dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kemensos dan Kemenhub mengenai sinergitas tugas dan fungsi di bidang sosial dan transportasi, yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta.
Acara dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, serta jajaran Forkopimda DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut kerja sama antarkementerian ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sosial dan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan di era modern tak lagi ditentukan oleh kekuatan individual, tetapi kemampuan berkolaborasi.
“Kerja lintas sektor seperti yang kita saksikan hari ini adalah bentuk kepemimpinan kolaboratif. Pemerintah harus hadir dengan pendekatan holistik, menghubungkan akses sosial, mobilitas, dan masa depan pendidikan anak bangsa,” ujar Sri Sultan. Kamis (6/7/2025).
Sri Sultan juga mengungkapkan, hasil penelitian Kementerian Sosial yang menunjukkan bahwa transportasi inklusif dapat meningkatkan peluang anak bertahan di sekolah hingga 30 persen.
Ia menegaskan, akses bukan semata soal jalan dan kendaraan, melainkan tentang membuka masa depan dan membangun keadilan sosial.
Dalam kesempatan itu, Sri Sultan menilai penyerahan bus sekolah untuk Sekolah Rakyat sebagai simbol perubahan paradigma pembangunan dari kebijakan berbasis program (program-based) menuju kebijakan yang berpusat pada manusia (human-centered).
“Kita tidak hanya bicara soal mengirim anak ke sekolah, tetapi membangun jembatan sosial agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan tumbuh,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa pembangunan sosial tidak akan berjalan tanpa dukungan sistem transportasi yang adil dan merata. Mobilitas yang tidak berpihak dinilai justru dapat memperlebar kesenjangan.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyambut baik upaya kolaborasi ini. Ia menyebut bus sekolah bagi Sekolah Rakyat bukan sekadar alat transportasi, tetapi kendaraan yang membawa mimpi dan cita-cita generasi muda.
“Bus sekolah ini bukan sekadar kendaraan, tetapi jembatan menuju masa depan anak-anak. Dari rumah sederhana menuju gerbang ilmu pengetahuan, dari keterbatasan menuju kesempatan,” kata Gus Ipul.
Ia berharap sinergi antar-kementerian dapat memastikan program pembangunan berjalan searah, memperkuat kemandirian sosial, dan menanggulangi kemiskinan.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa sinergi antar lembaga adalah kunci agar program pemerintah tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pada tahun anggaran 2025, pihaknya menyiapkan 25 unit bus sekolah bagi Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sleman dan Bantul.
“Yogyakarta sebagai kota pelajar menjadi simbol penting bagaimana akses transportasi yang memadai, dapat mendukung pemerataan kesempatan belajar bagi generasi penerus bangsa,” ujar Dudy.(*)
Penulis : Elis
