INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Lima start up terbaik berhasil terpilih dalam ajang Brave Pitch Jogja Creative Start Up Festival 2025, Yakni Rumah Kreatifafa, MPASI Bayi Sehat (MBS), Sanggabiz, Kudapan Nesia, dan Lapak Karya Nusantara.
Pada sebuah ajang Brave Pitch Jogja Creative Start Up Festival 2025, digelar oleh Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta bekerja sama dengan PDIN.
Selain lima start up tersebut, penghargaan khusus juga diberikan kepada Sasmita Loka, karya inovatif dari pelajar SMA asal Yogyakarta. Acara ini digelar di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), sebagai puncak perhelatan kreativitas pelaku muda dan wirausaha pemula di Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasinya kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah berani mengambil langkah di dunia wirausaha kreatif.
“Juara ini bukan akhir, justru awal yang perlu kita jaga dan fokuskan. Di dunia start up, perjuangan itu harus siap dijalani. Biasanya tahun kedua adalah masa-masa paling berat, mulai dari urusan modal, kualitas, sampai manajerial,” ujar Wawan. Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, tantangan terbesar bagi pelaku start up bukan hanya menciptakan ide baru, tetapi juga menjaga konsistensi dan inovasi agar usaha dapat terus berkembang.
“Yang penting bukan cuma bikin, tapi bagaimana mempertahankan, mengembangkan, dan terus berinovasi.
Anak muda sekarang luar biasa kreatif. Kalau dulu start up identik dengan usaha kecil seperti angkringan, sekarang sudah banyak yang melahirkan produk berbasis teknologi dan aplikasi menarik,” tambahnya.
Wawan juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan anggaran agar ekosistem start up di Yogyakarta dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kota ini jangan hanya jadi market, tapi juga harus punya pemainnya. Kita harus berani bersaing, bahkan melampaui daerah lain. Pemerintah tentu akan terus berupaya memberi ruang dan dukungan bagi para pelaku kreatif,” tegasnya.
Ajang ini, bertujuan menjadi wadah bagi pelaku kreatif muda untuk mempresentasikan ide usaha serta menjalin kemitraan dengan investor melalui sesi meet investor yang berlangsung seusai penyerahan penghargaan.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta, sekaligus membuka peluang bagi pelajar dan generasi muda untuk menjadi inovator dan penggerak ekonomi di masa depan,” kata Wawan.
Salah satu penerima penghargaan khusus, Putra Sidiq Ajipratama, pelajar SMAN 5 Yogyakarta yang mengembangkan brand fesyen Sasmita Loka, mengaku bangga bisa bersaing di ajang tersebut bersama para pelaku usaha muda lainnya.
“Kami baru mulai bulan Mei lalu dan meluncurkan produk fesyen multifungsi dengan kain wastra tradisional Indonesia. Koleksi pertama kami bernama New Urban Room menggunakan kain tenun. Ke depan kami akan kembangkan koleksi lain dengan batik, lurik, songket, dan kain tradisional lainnya,” jelas Putra.
Menurut Putra, pengalaman mengikuti Jogja Creative Start Up Festival 2025 menjadi pembelajaran penting tentang dunia bisnis dan kewirausahaan sejak usia muda.
“Sebagai peserta yang masih SMA, pengalaman ini sangat inspiratif. Kami belajar banyak tentang bagaimana mengembangkan bisnis dan memperluas wawasan di dunia start up,” ujarnya.(*)
Penulis : Elis
