Jabodetabek Teknologi

MKI: Inovasi Teknologi dan UMKM Jadi Kunci Transformasi Sektor Ketenagalistrikan

INTENS PLUS – JAKARTA. Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Evy Haryadi, menegaskan bahwa inovasi teknologi dan keterlibatan pelaku usaha kecil, termasuk UMKM, menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi besar di sektor ketenagalistrikan nasional. 

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian kegiatan Electricity Connect 2025, sebuah forum strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri energi dan listrik di Indonesia.

Dalam pidatonya, Evy mengingatkan bahwa fondasi penguatan ekonomi kerakyatan memiliki sejarah panjang di Indonesia. Ia menyinggung peran Presiden Prabowo Subianto, yang pernah menjabat Menteri Koperasi dan meletakkan dasar-dasar kebijakan pro-UMKM. Ia mengatakan semangat tersebut relevan kembali ketika industri energi dituntut semakin inklusif, modern, dan terhubung dengan ekosistem usaha di seluruh daerah.

“Ke depan, kita perlu melihat bagaimana negara, industri, dan pelaku usaha dapat semakin terhubung terutama dengan semakin kuatnya peran UMKM di berbagai daerah,” ujar Evy dalam sambutannya. Jumat, (21/11/2025).

Evi menyebut tahun ini, Electricity Connect 2025 menghadirkan 85 exhibitor dari berbagai segmen industri energi dan teknologi. Para peserta memamerkan beragam inovasi baru, mulai dari sistem pembangkitan, teknologi transmisi dan distribusi, sistem digitalisasi kelistrikan, hingga solusi energi terbarukan.

Ia menyampaikan, apresiasi kepada seluruh peserta pameran yang telah menunjukkan inovasi terbaiknya. Menurutnya, keberagaman teknologi yang ditampilkan memperlihatkan bahwa sektor kelistrikan Indonesia semakin inklusif dan kompetitif.

“Seluruh exhibitor telah menunjukkan inovasi terbaik-baik dari sisi teknologi maupun implementasi di lapangan. Ini bukti bahwa ekosistem energi kita terus berkembang,” ujarnya.

Selain exhibitor, Evy juga memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh sponsor, partner, pembicara, moderator, serta tim panitia yang membuat penyelenggaraan acara berjalan lancar dan produktif.

Evy menegaskan bahwa transformasi energi nasional tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, lembaga riset, UMKM, dan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target pembangunan kelistrikan.

“Diskusi-diskusi dalam forum ini menjadi ruang penting untuk memperkaya pemahaman seluruh peserta mengenai isu-isu strategis, mulai dari transisi energi, penguatan ketahanan listrik, hingga pengembangan teknologi baru. Forum seperti ini bukanlah penutup, melainkan awal dari perjalanan agar kita dapat melangkah lebih baik di masa depan,” kata Evy.

Dalam kesempatan tersebut, Evy menyoroti tantangan besar yang tercatat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dokumen ini menjadi peta jalan utama pembangunan kelistrikan nasional dalam 10 tahun ke depan.

Pada 2025, Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 2.968 MW, diikuti dengan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi untuk memperkuat keandalan sistem. Target ini, menurut Evy, hal tersebut hanya akan tercapai apabila seluruh pihak bergerak bersama, terutama dalam kesiapan teknologi.

“Target besar ini membutuhkan inovasi teknologi dan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan. MKI siap berperan sebagai jembatan dalam memperkuat kolaborasi dan mempercepat adopsi teknologi baru,” ucapnya.

Salah satu sorotan penting dalam pidato Evy adalah meningkatnya peluang UMKM untuk berpartisipasi dalam rantai pasok sektor energi. Mulai dari industri pendukung pembangkit, jasa penunjang konstruksi, manufaktur komponen, hingga penyedia teknologi digital berskala kecil, pelaku UMKM kini semakin memiliki ruang untuk berkembang.

Evy menilai, keberpihakan pemerintah pada UMKM selama beberapa tahun terakhir, ditambah dengan dorongan digitalisasi dan kebutuhan industri energi akan inovasi yang cepat, membuat UMKM berpotensi menjadi motor penggerak ekosistem baru ketenagalistrikan.

“Inovasi UMKM bukan lagi sesuatu yang berada di pinggiran. Mereka kini hadir di pusat perubahan, menjadi mitra penting dalam transformasi teknologi,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, mengatakan bahwa pihaknya tidak saja mendorong UMKM namun juga memberikan donasi kepada Panti Werda.

“Tahun ini, kami membuka ruang mendorong 8 UMKM untuk ikut serta sebagai tenant tanpa dikenakan biaya sewa, kami juga berbagi melalui donasi kepada Panti Werda. Sebuah sentuhan kepedulian yang mengingatkan bahwa energi bukan hanya tentang teknologi dan infrastruktur, tetapi juga tentang memberimanfaat dan menghadirkan kebaikan bagi kepada masyarakat.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *