INTENS PLUS – JAKARTA. Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional melalui percepatan lelang frekuensi untuk jaringan 5G. Bersamaan dengan itu, layanan Internet Rakyat (IRA) mulai menarik perhatian publik dengan membuka pra-registrasi nasional dan menawarkan tarif ekonomis hanya Rp100 ribu per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan proses lelang pita frekuensi 2,6 GHz dapat dimulai dalam waktu dekat. Lelang ini merupakan kelanjutan setelah pita 1,4 GHz rampung pada Oktober 2025 dan menjadi fondasi penting perluasan layanan 5G.
Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengatakan pihaknya sedang memfinalisasi seluruh persiapan agar proses lelang bisa dilakukan sebelum akhir tahun.
“Persiapan sedapat mungkin tahun ini. Mudah-mudahan awal tahun depan bisa rilis lah,” ujar Denny di kutip, Selasa (25/11/2025).
Untuk mendorong operator mengikuti lelang dan mempercepat pembangunan jaringan, pemerintah tengah mengajukan skema insentif kepada Kementerian Keuangan dan BPKP.
Denny menyebut, harga lelang tidak akan dipatok terlalu tinggi, namun pemenang tetap diwajibkan memenuhi komitmen pembangunan jaringan 5G.
“Ya jangan terlalu mahal. Tapi ada kewajiban pembangunan ya. Jangan sampai tidak deliver terhadap komitmen mereka,” jelasnya.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid sebelumnya menyebut lelang 2,6 GHz ditargetkan selesai pada akhir tahun, sehingga pembangunan jaringan 5G dapat dimulai pada 2026 dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat lebih cepat.
Sementara itu, pengembangan ekosistem internet terjangkau semakin diperkuat dengan hadirnya layanan Internet Rakyat (IRA). Layanan berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) ini digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) bersama OREX SAI Jepang, dan kini resmi membuka pra-registrasi nasional.
Internet Rakyat menawarkan paket internet rumah dengan tarif sekitar Rp100.000 per 30 hari, kuota unlimited, kecepatan hingga 100 Mbps, modem gratis, serta bebas biaya pada bulan pertama. Tarif ini dinilai jauh lebih ekonomis dibanding banyak layanan WiFi rumah dengan kecepatan serupa.
Pra-registrasi dapat dilakukan melalui situs resmi internetrakyat.id atau mytelemedia.id dengan langkah berikut:
- Buka laman internetrakyat.id/register
- Klik menu “Pra-Registrasi Sekarang”
- Isi data diri (nama lengkap, email, nomor WhatsApp, kota, kecamatan, desa)
- Verifikasi nomor HP melalui OTP WhatsApp
- Tandai lokasi rumah pada peta digital
- Setujui syarat layanan dan kirim formulir
- Tunggu notifikasi jika wilayah masuk prioritas pembangunan
Semakin banyak pendaftar dalam satu wilayah, semakin besar peluang kawasan tersebut mendapatkan instalasi lebih cepat.
Teknologi 5G FWA Berbasis Open RAN
Internet Rakyat menggunakan frekuensi 1,4 GHz dan teknologi Open RAN, sehingga instalasi tidak memerlukan penarikan kabel seperti fiber optik. Sinyal dikirim langsung dari BTS ke modem pengguna, membuat pemasangan lebih cepat dan cocok untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel.
Layanan ini bekerja sama dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama serta 26 distributor lokal.
Daftar Kota yang Sudah Masuk Jangkauan Awal
Beberapa kota yang sudah masuk jangkauan awal atau berpotensi menjadi prioritas pembangunan meliputi:
Pulau Jawa
DKI Jakarta, Bandung, Depok, Bekasi, Bogor, Cirebon, Tasikmalaya, Banjar, Tangerang, Tangerang Selatan, Cilegon, Serang, Semarang, Surakarta, Salatiga, Magelang, Tegal, Pekalongan, Kota Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kediri, Madiun, Batu, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo.
Maluku dan Maluku Utara
Ambon, Tual, Ternate, Tidore Kepulauan.
Papua dan Provinsi Pemekaran
Jayapura, Sorong, Nabire, Mimika/Timika, Wamena, Merauke.
Daftar wilayah ini masih akan berkembang mengikuti jumlah pra-registrasi dari masyarakat.(*)
Penulis : Elis
