Bola Headline

Pelatih Valencia Fernando Martin Tiga Anaknya Tewas Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo

INTENS PLUS – JAKARTA. Dunia sepak bola Spanyol berduka. Pelatih tim cadangan Valencia Women, Fernando Martin, meninggal dunia bersama tiga anaknya dalam kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Peristiwa tragis tersebut dikonfirmasi oleh Valencia CF pada Minggu (27/12) waktu setempat. Fernando Martin (44) tengah berlibur bersama keluarganya ketika kapal wisata yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Jumat lalu.

Menurut keterangan otoritas Indonesia dan Spanyol, Fernando Martin meninggal dunia bersama tiga anaknya yang masing-masing berusia 12, 10, dan 9 tahun. Sementara itu, sang istri Andrea Ortuno dan putri bungsunya yang berusia tujuh tahun berhasil selamat.

Andrea dan anaknya termasuk dalam tujuh korban selamat dari total 11 orang di atas kapal. Kapal tersebut mengangkut enam anggota keluarga, empat awak kapal, serta seorang pemandu wisata lokal.

Kapal wisata dilaporkan terbalik akibat gelombang tinggi dan jarak pandang buruk, yang sekaligus menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan kondisi pelayaran masih aman dengan tinggi gelombang di bawah 0,5 meter. 

Namun, kemudian terjadi anomali cuaca berupa gelombang swell tinggi yang muncul secara singkat dan tidak terprediksi. Valencia CF menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu stafnya tersebut.

“Kami sangat berduka atas wafatnya Fernando Martin dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia,” tulis Valencia CF dalam pernyataan resminya dikutip, Minggu (28/12/2025).

Ucapan belasungkawa juga datang dari Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu menyatakan simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan serta komunitas sepak bola Spanyol atas tragedi tersebut.

Merujuk data BDFutbol dan Transfermarkt, Fernando Martín Carreras lahir pada 27 Agustus 1981, Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki loyalitas tinggi terhadap sepak bola di wilayah Komunitas Valencia.

Saat masih aktif bermain, Martin berposisi sebagai bek tengah dan berkarier lebih dari satu dekade di kasta kedua dan ketiga sepak bola Spanyol, termasuk Segunda B. Klub CD Alcoyano menjadi salah satu fase terbaik dalam kariernya sebagai pemain.

Usai gantung sepatu, Martin beralih ke dunia kepelatihan dan bergabung dengan struktur akademi Valencia CF. 

Pada musim 2025/2026, ia dipercaya menjabat sebagai Pelatih Kepala Valencia Femenino B, tim yang berkompetisi di Tercera Federación Femenina dan berfungsi sebagai jalur pengembangan pemain muda menuju tim utama putri Valencia.

Kepergian Fernando Martin secara mendadak menjadi pukulan besar bagi Valencia CF dan sepak bola Spanyol, sekaligus menutup perjalanan seorang pelatih yang dikenal berdedikasi tinggi dalam pembinaan pemain muda.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *