Headline Yogyakarta

Keraton Yogyakarta Siapkan Regenerasi Prajurit Lewat Penerimaan Abdi Dalem Rambah V

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat terus menunjukkan kepeduliannya dalam membentengi generasi muda dari pengaruh budaya luar yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial. Salah satunya melalui Sosialisasi Penerimaan Abdi Dalem Prajurit Rambah V yang digelar di Bale Raos Resto, Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Keraton Yogyakarta dalam menyiapkan regenerasi prajurit, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya adiluhung kepada generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Prajurit Bregada rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Perwakilan Dinas Psikologi Angkatan Laut Jakarta yang tergabung dalam Tim Psikologi untuk Keraton Yogyakarta, Muhammad Cholilurohman Bayu Murti, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan rekrutmen resmi.

“Saat ini kita melakukan sosialisasi. Rekrutmen Abdi Dalem Prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan dilaksanakan pada 10 Januari 2026,” ujar Bayu. Sabtu (3/1/2026).

Bayu menjelaskan, sosialisasi ini menyasar ketua dan pengurus Bregada, serta aktivis seni budaya yang ada di Kabupaten dan Kota se-DIY. Mereka diharapkan menjadi penggerak untuk mengajak kader-kader muda bergabung sebagai abdi dalem prajurit.

“Kami menggandeng aktivis seni dan pengurus bregada untuk mendorong kader mudanya ikut bergabung. Jadi sosialisasi ini bukan langsung ke calon pendaftar, tetapi ke pengurus-pengurusnya,” jelasnya.

Pada Rambah V ini, Keraton Yogyakarta membatasi kuota penerimaan sebanyak 100 orang. Namun, pembatasan tersebut lebih pada sasaran peserta sosialisasi, bukan pada minat pendaftar.

“Selama lulus seleksi, berapa pun yang mendaftar tetap akan kami rekrut. Kuota 100 ini karena sasaran kami memang ketua, pengurus, atau kader Bregada,” imbuh Bayu.

Pendaftaran Hingga 8 Januari 2026

Pendaftaran calon Abdi Dalem Prajurit Rambah V dibuka hingga 8 Januari 2026. Selanjutnya, proses seleksi akan dilakukan secara profesional dan berjenjang.

Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, kegiatan olahraga, serta tes psikologi. Namun, tes psikologi yang dilakukan tidak bersifat menggugurkan.

“Psikotes ini lebih ke talent mapping, untuk memotret potensi yang dimiliki peserta. Bukan untuk memangkas, tapi untuk mengoptimalkan dan mengembangkan potensi mereka,” katanya.

Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar pengembangan peserta agar mampu menjadi role model dan rujukan bagi bregada di masyarakat.

Bayu menambahkan, pada tahap ini penerimaan Abdi Dalem Prajurit diprioritaskan bagi warga DIY. Hal ini karena para prajurit nantinya akan dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan Keraton, termasuk Grebeg dan upacara adat.

“Target kita saat ini khusus Yogyakarta, karena mereka akan ngayahi kegiatan Keraton. Ke depan tentu bisa dikembangkan lebih luas,” ujarnya.

Untuk batas usia, Keraton Yogyakarta menetapkan rentang 20 hingga 35 tahun bagi calon abdi dalem prajurit. Sementara peserta yang berusia lebih senior diharapkan menjadi kader yang membantu sosialisasi nilai-nilai keprajuritan ke paguyuban bregada di luar Keraton.

Selain pembinaan disiplin dan baris-berbaris, Keraton Yogyakarta juga membekali calon prajurit dengan olah keperajuritan, yang meliputi jemparingan (panahan), pelinteng (ketapel), tulup dan pencak silat gagrak Mataraman.

“Empat kemampuan ini wajib dimiliki seorang prajurit. Tujuannya untuk meningkatkan fokus, konsentrasi, kebugaran, dan kedisiplinan,” terang Bayu.

Sementara itu, Penjaga Gudang Keprajuritan Kemandungan, Herikus Darmaji, menilai sistem pembekalan dan seleksi ini akan memperkuat kualitas prajurit Keraton.

“Dengan adanya pembekalan ini, prajurit lebih memahami keprajuritan Keraton Yogyakarta. Disiplin, fisik, dan pengaturan keprajuritan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap, melalui Rambah V ini, Keraton Yogyakarta mampu mencetak prajurit yang tidak hanya disiplin dan tangguh, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam nguri-uri budaya Yogyakarta.

“Harapannya lebih disiplin, terutama fisik dan pengaturan tentang keprajuritan jadi lebih baik lagi. Sebelumnya belum ada sistem seperti ini jadi disiplinnya kurang harapannya dengan ada ilmu kedisiplinan ini, prajurit bisa berkembang lebih baik lagi,” ucapnya.

Pengumuman pada akun @kratonjogja tertulis,

Keraton Yogyakarta kembali membuka pendaftaran bagi masyarakat umum DIY yang memiliki ketertarikan untuk bergabung menjadi Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta. Adapun syarat dan ketentuan dapat disimak melalui unggahan berikut ini dan bersifat mutlak.

Kami tunggu partisipasi Sahabat semua untuk bergabung sebagai penjaga budaya kebanggaan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Salam budaya!

*Tenggat Waktu: 8 Januari 2026

Ketentuan Umum:

  1. Sekeksi Penerimaan Abdi Dalem Prajurit Rambah V ini ditujukan kepada Masyarakat umum di wilayah DIY dan sekitarnya, dengan tengat waktu tanggal 8 Januari 2026.
  2. Pendaftaran dilakukan secara online.
  3. Mengisi formulir pendaftaran online melalui link google form berikut: https://bit.ly/RekrutmenRambahV
  4. Melampirkan Surat Pengajuan yang ditujukan kepada penghageng kawedanan kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat serta dokumen pendukung lainnya.

Persyaratan:

  1. Usia calon prajurit 20 – 35 tahun
  2. Tinggi badan minimnal 167 cm dengan berat badan proporsional/ideal
  3. Sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba.
  4. Tidak memiliki hambatan fungsi tubuh, intelektual, dan mental.
  5. Pendidikan minimal SMA/SMK/Sederajat
  6. Penampilan menarik/rapi
  7. Tidak bertato.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *