Edukasi Jabodetabek

Lebih Awet dan Ramah Lingkungan, Jalan Plastik India Jadi Contoh Dunia

INTENS PLUS – JAKARTA. Di tengah tantangan perubahan iklim, membuang sampah plastik, dan kebutuhan infrastruktur yang masif, India justru menghadirkan solusi inovatif yang kini menjadi sorotan dunia berupa jalan plastik . 

Teknologi pembangunan jalan berbahan limbah plastik ini, terbukti lebih awet, hemat biaya, dan ramah lingkungan dibandingkan jalan aspal konvensional.

Salah satu contoh paling nyata berada di kawasan Nungambakkam, Chennai , tepatnya di Jalan Jambulingam. 

Dibangun pada tahun 2002 , jalan ini menjadi salah satu jalan plastik pertama di India dan hingga kini masih bertahan meski telah melewati banjir besar, musim hujan bertahun-tahun, gelombang panas ekstrem, serta lalu melintasi kendaraan berat yang padat.

Berbeda dengan jalan biasa, jalan plastik di India menggunakan aspal yang direkatkan dengan lem berbasis polimer yang terbuat dari limbah plastik daur ulang. 

Sampah plastik seperti kantong belanja, bungkus makanan, hingga botol minuman dihancurkan, dilelehkan, lalu dicampur dengan bitumen panas sebelum dihamparkan ke permukaan jalan.

Teknik ini membuat jalan menjadi lebih lentur, kuat, dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Titik leleh jalan plastik mencapai sekitar 66 derajat Celcius , jauh lebih tinggi dibandingkan jalan konvensional yang mulai memanas pada suhu sekitar 50 derajat Celcius 

Inovasi jalan plastik muncul sebagai respon terhadap dua permasalahan besar di India seperti sampah plastik yang terus menumpuk dan kualitas jalan yang mudah rusak . 

India menghasilkan sekitar 15.000 ton sampah plastik setiap hari, namun hanya sekitar 9.000 ton yang berhasil didaur ulang. Sisanya mencemari lingkungan, menyumbat saluran udara, dan kerap memicu banjir di kawasan perkotaan.

Dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan konstruksi, pemerintah India melihat peluang untuk mengurangi polusi sekaligus memperpanjang usia jalan. Setiap satu kilometer jalan plastik dapat menghabiskan limbah setara dengan satu juta kantong plastik , sekaligus menghemat sekitar satu ton aspal.

Selain ramah lingkungan, jalan plastik juga lebih ekonomis. Biaya pembangunannya tercatat sekitar 8 persen lebih rendah dibandingkan jalan konvensional. 

Bahkan, uji coba jalan tol berbahan plastik yang menghubungkan Chennai dan Villupuram pada 2016 diperkirakan mampu memangkas biaya konstruksi hingga 50 persen.

Penelitian menunjukkan, jalan plastik dapat bertahan dua hingga tiga kali lebih lama dibandingkan jalan aspal biasa. Hal ini menjadi sangat penting bagi India yang memiliki jaringan jalan raya terbesar kedua di dunia, namun juga menghadapi tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi akibat jalan berlubang.

Berdasarkan data resmi yang tercatat, lebih dari 150.000 kematian akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahun di India, hampir 10 persen di antaranya disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak.

Selanjutnya melihat manfaat limbah plastik, pemerintah India pada tahun 2015 mengizinkan penggunaan limbah tersebut dalam pembangunan sebagian besar jalan perkotaan , terutama di kota dengan penduduk di atas 500.000 jiwa . Sejak itu, teknologi jalan plastik berkembang pesat.

Tanda “This road is made from waste plastic” di salah satu ruas jalan plastik di India | Foto : Ist

Laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyebutkan bahwa panjang jalan plastik di India kini telah melampaui 100.000 kilometer, dengan sekitar setengahnya berada di negara bagian selatan Tamil Nadu. Teknologi ini juga mulai diadopsi dan dipelajari oleh negara lain, termasuk Bhutan.

Teknologi jalan plastik ini dikembangkan oleh Rajagopalan Vasudevan , profesor kimia dari Thiagarajar College of Engineering , Madurai. Ia pertama kali secara nasional menguji metode ini di lingkungan kampus pada tahun 2002 sebelum diperkenalkan ke pemerintah daerah dan.

“Jalan yang kami bangun tetap utuh, karena tidak ada lubang, tidak ada retakan. Ini membuktikan kekuatan dan daya tahannya, sekaligus mengurangi kontaminasi plastik,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.

Selain manfaat lingkungan dan infrastruktur, jalan plastik juga membuka lapangan kerja baru. Program daur ulang plastik pemerintah melibatkan pemulung dan usaha kecil untuk mengumpulkan, memilah, dan menghancurkan sampah plastik sebelum dijual ke kontraktor pembangunan jalan.

Model ini membantu menciptakan sirkulasi ekonomi, di mana limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang bernilai.

Tantangan dan Catatan Lingkungan

Meski memiliki banyak keunggulan, para ahli mengingatkan potensi risiko mikroplastik jika jalan rusak dan melepaskan partikel kecil ke tanah atau saluran udara. 

Oleh karena itu, kualitas konstruksi dan pemeliharaan menjadi faktor penting agar dampak jangka panjang terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Namun secara keseluruhan, jalan plastik dinilai sebagai solusi infrastruktur berkelanjutan yang relevan di era perubahan iklim dan krisis sampah global.

Dengan biaya lebih murah, daya tahan tinggi, serta kemampuan mengurangi limbah plastik secara signifikan, jalan plastik India kini menjadi contoh dunia . 

Inovasi ini menunjukkan, bahwa teknologi lokal yang sederhana dapat menjawab tantangan global, sekaligus membuka jalan menuju pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Pemanfaatan Aspal Plastik di Indonesia, Ini Keunggulannya:

Saat ini, telah banyak upaya pengolahan sampah plastik yang dapat dilakukan, mulai dari yang paling sederhana seperti membuat celengan dari botol plastik hingga tingkat lanjutan seperti membuat aspal plastik. 

Terkait aspal plastik, Kementerian PUPR telah menggalakkan solusi aspal plastik di Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan inovasi campuran aspal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. 

Sekilas Tentang Aspal Plastik

Aspal plastik adalah campuran aspal yang mengandung cacahan plastik sehingga aspal menjadi tahan deformasi. Cacahan plastik pada aspal juga meningkatkan kekuatan aspal sehingga lebih tahan retakan. 

Tidak hanya itu, aspal plastik juga turut melestarikan lingkungan. Hal ini penting karena menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, lebih dari 10 juta ton sampah atau 38,93% dari total sampah belum terkelola dengan baik. 

Jadi, pemanfaatan aspal plastik bisa menjadi salah satu metode pengelolaan sampah yang dapat dilakukan agar sampah tidak terus menumpuk. Umumnya, plastik yang digunakan sebagai campuran adalah plastik HDPE (kantong plastik) dan plastik PET (botol plastik). 

Agar bisa menjadi campuran aspal, plastik akan dicacah menjadi potongan kecil, lalu dicampur dengan aspal panas sehingga menghasilkan campuran aspal yang lebih tahan lama dan kuat. 

Meskipun cukup inovatif, aspal plastik adalah inovasi baru di dunia konstruksi. Teknologi ini ditemukan pertama kali di India pada awan tahun 2000-an oleh Dr. R. Vasudevan yang merupakan seorang profesor kimia sebuah perguruan tinggi di India. 

Vasudevan menemukan bahwa cacahan plastik yang dicampurkan ke aspal panas dapat meningkatkan kualitas jalan serta ketahanan terhadap beban berat, suhu ekstrem, dan air. Akhirnya, inovasi ini terus berkembang hingga ke negara lain, termasuk Indonesia.(*)

Penulis : Leni Sulistyoningsih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *