Bisnis Yogyakarta

HUT ke-35, Pulung Baru Gelar Pesta Rakyat 90-an

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35, Pulung Baru menggelar pesta rakyat bertema Kembali ke 90-an bertajuk Pesta Rindu. Acara ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 11 hingga 17 Januari 2026, dan dipusatkan di kawasan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Marketing Direktur Pulung Baru, William Harsono, mengatakan pesta rakyat ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya warga Prambanan yang menjadi home base Pulung Baru sejak berdiri pada 1991.

“Di ulang tahun ke-35 ini kami tidak hanya fokus pada promo, tapi ingin mengembalikan Pulung Baru ke masyarakat. Konsep yang kami bawa adalah pesta rakyat, gratis dan terbuka untuk semua,” ujar William pada keterangan, Selasa (20/1/2026).

Tema 90-an dipilih karena sejalan dengan perjalanan Pulung Baru yang lahir dan tumbuh di era tersebut. Selama sepekan, masyarakat disuguhkan berbagai hiburan dan aktivitas, mulai dari pertunjukan seni, musik, hingga penampilan talenta lokal.

Salah satu program utama dalam rangkaian HUT Pulung Baru ke-35 ini adalah open talent gratis. Pulung Baru membuka kesempatan seluas-luasnya bagi sanggar tari, band, grup DJ, hingga pelajar sekolah dasar untuk tampil tanpa dipungut biaya.

“Kami justru memfasilitasi talent lokal agar bisa tampil dan menyalurkan bakatnya. Tidak ada biaya, tidak ada afiliasi khusus,” jelasnya.

Selain hiburan, Pulung Baru juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk membuka tenant selama acara berlangsung. Seluruh konsep acara dirancang sebagai pesta rakyat yang inklusif dan ramah keluarga.

William menambahkan, puncak perayaan HUT ke-35 Pulung Baru digelar pada Sabtu malam (17/1/2026), sekaligus menjadi penutup rangkaian Pesta Rindu.

Di luar perayaan, Pulung Baru dikenal sebagai perusahaan bahan bangunan yang kini fokus sebagai spesialis flooring, terutama granit dan keramik. Produk yang disalurkan Pulung Baru berasal dari pabrikan lokal dan menyasar pasar domestik.

“Per 2025, hampir seluruh granit dan keramik sudah diproduksi di Indonesia. Pasarnya sekitar 95 persen adalah pasar dalam negeri,” ungkap William.

Marketing Direktur Pulung Baru, William Harsono | Foto : Elis

Saat ini, Pulung Baru memiliki 14 cabang yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Mayoritas konsumennya merupakan masyarakat umum atau end user, meskipun Pulung Baru juga melayani proyek dan korporasi.

William juga menekankan pentingnya edukasi konsumen dalam memilih flooring. Menurutnya, kejujuran kualitas produk, khususnya grade 1, menjadi hal utama sebelum menyesuaikan dengan gaya dan anggaran.

“Flooring itu dipakai setiap hari, jadi bukan hanya rasional seperti besi atau baja. Konsumen memilih karena selera dan kenyamanan,” ujarnya.

Tren terbaru flooring saat ini mengarah pada gaya minimalis bernuansa putih, seperti motif Carrara, dengan pilihan ukuran mulai dari 40 cm hingga 100×100 cm, serta varian finishing mengilap dan non-mengilap, termasuk anti-slip.

Meski melayani proyek dan korporasi seperti hotel dan SPBU, Pulung Baru menegaskan bahwa rasio terbesar penjualan tetap berasal dari masyarakat umum sebagai end user.

“Kami tidak akan berdiri tanpa masyarakat. Karena itu, Pulung Baru ingin terus dekat dan mengembalikan ke masyarakat melalui event seperti ini,” kata William.

Melalui pesta rakyat bertema 90-an ini, Pulung Baru berharap dapat menjangkau lintas generasi, mulai dari baby boomer, milenial, hingga generasi alfa.

Melihat antusiasme masyarakat pada malam puncak semakin tinggi, Ia mengungkapkan akan terus konsisten menyelenggarakan kegiatan sosial dan hiburan setiap tahun.

“Semoga Pulung Baru tetap jaya dan arapannya kami bisa terus dekat dengan masyarakat. Tanpa masyarakat, kami tidak akan bisa berdiri sampai usia 35 tahun ini,” pungkas William.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *