INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Di tengah dominasi susu sapi sebagai sumber nutrisi harian masyarakat, susu kambing Etawa mulai mencuri perhatian sebagai alternatif minuman kesehatan yang dinilai lebih mudah dicerna dan kaya manfaat.
Produk berbahan dasar susu kambing Peranakan Etawa (PE) ini semakin diminati, terutama oleh masyarakat yang memiliki masalah pencernaan, intoleransi laktosa ringan, hingga alergi terhadap susu sapi.
Kambing Etawa sendiri merupakan jenis kambing unggul yang berasal dari India dan dikenal dengan nama Jamnapari. Kambing ini memiliki postur tubuh besar dengan ciri khas telinga panjang terkulai, dahi dan hidung yang cembung, serta tanduk pendek.
Kambing Etawa jantan memiliki tinggi antara 90 hingga 127 sentimeter dengan bobot mencapai 91 kilogram, sedangkan betinanya memiliki bobot sekitar 63 kilogram. Keunggulan lain dari kambing ini adalah kemampuannya menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.
Di Indonesia, kambing Etawa dikembangkan melalui persilangan dengan kambing lokal sehingga menghasilkan kambing Peranakan Etawa (PE). Jenis ini memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan Etawa murni, namun lebih adaptif terhadap iklim dan lingkungan lokal, sehingga cocok dikembangkan sebagai penghasil susu di berbagai daerah.
Susu kambing Etawa dikenal memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Di dalamnya terdapat protein, kalsium, fosfor, magnesium, serta vitamin A, B, dan D yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung proses metabolisme.
Salah satu keunggulan utama susu kambing Etawa terletak pada struktur globul lemaknya yang lebih kecil dibandingkan susu sapi. Struktur ini membuat susu kambing lebih mudah dicerna oleh tubuh, terutama bagi individu dengan sistem pencernaan sensitif.
Selain itu, kandungan laktosa susu kambing relatif lebih rendah, sehingga lebih ramah bagi penderita intoleransi laktosa ringan.
Tak hanya itu, susu kambing Etawa juga mengandung protein dengan kadar αs1-kasein yang lebih rendah dibandingkan susu sapi. Jenis protein ini kerap menjadi pemicu alergi pada sebagian orang, sehingga susu kambing dinilai memiliki risiko alergi yang lebih kecil.
Manfaat Susu Kambing Etawa bagi Kesehatan
Sejumlah manfaat kesehatan kerap dikaitkan dengan konsumsi susu kambing Etawa. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, susu kambing juga dipercaya mampu membantu menjaga suhu tubuh, meningkatkan stamina, serta melancarkan sistem pencernaan.
Beberapa konsumen melaporkan manfaat tambahan, seperti membantu meredakan keluhan lambung, meningkatkan nafsu makan, menjaga kesehatan paru-paru, hingga mempercepat proses pemulihan setelah sakit.
Dengan sifatnya yang alami dan mudah diserap tubuh, susu kambing Etawa dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, selama sesuai dengan anjuran konsumsi.
Perbandingan Susu Kambing dan Susu Sapi
Meskipun susu sapi masih menjadi produk susu yang paling banyak beredar di pasaran karena harga yang lebih terjangkau dan ketersediaan yang melimpah, susu kambing Etawa menawarkan sejumlah keunggulan.
Susu kambing lebih mudah dicerna karena ukuran lemaknya lebih kecil dan proteinnya lebih lembut. Kandungan laktosa yang lebih rendah juga membuatnya lebih aman bagi penderita intoleransi laktosa ringan.
Sementara itu, susu sapi mengandung laktosa dan protein αs1-kasein dalam jumlah lebih tinggi, yang dapat memicu gangguan pencernaan atau alergi pada sebagian individu.
Dari sisi mineral, susu kambing Etawa kaya akan kalsium, fosfor, magnesium, dan kalium yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan jantung. Meski susu sapi juga mengandung kalsium tinggi, penyerapan mineral dalam susu kambing dinilai lebih optimal.
Mengenai hal ini, Brand Manager Etawaku Platinum, Devi Eliya, menjelaskan bahwa karakteristik alami dari susu kambing menjadi fondasi utama bagi kesehatan jangka panjang.
“Nutrisinya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh sehingga energi dilepaskan secara bertahapdan stabil,” ungkapnya.
Devi Eliya menekankan, untuk memilih untuk nutrisi berbasis susu kambing etawa yang diproses secara modern oleh PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) adalah bentuk investasi pada kualitas hidup yang lebih baik.
“Komitmen kami adalah, memberikan asupan yang fungsional sekaligus nyaman dikonsumsi setiap hari. Etawaku Platinum, merupakan langkah cerdas untuk memastikan bahwa tubuh kita memiliki benteng pertahanan yang kuat, stamina yang terjaga bukan lagi sekadar impian,” ujarnya.
Tabel Perbandingan Susu Kambing vs Susu Sapi
| Aspek Perbandingan | Susu Kambing | Susu Sapi |
| Kemudahan cerna | Sangat mudah dicerna | Lebih berat dicerna |
| Ukuran lemak | Lebih kecil dan halus | Lebih besar |
| Kandungan laktosa | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Risiko alergi | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Jenis protein | Rendah αs1-kasein | Tinggi αs1-kasein |
| Penyerapan nutrisi | Lebih cepat diserap | Lebih lambat |
| Kandungan mineral | Tinggi kalsium & magnesium | Tinggi kalsium |
| Rasa | Lebih ringan | Lebih netral |
| Bau | Minim prengus jika diolah baik | Tidak berbau |
| Cocok untuk | Lambung sensitif, lansia, anak | Konsumsi harian umum |
| Harga | Relatif lebih mahal | Lebih terjangkau |
| Ketersediaan | Terbatas | Sangat mudah ditemukan |
Alternatif Nutrisi Selama Ramadan
Susu kambing Etawa juga dinilai cocok dikonsumsi selama bulan Ramadan. Kandungan gizinya yang lengkap dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian, terutama bagi mereka yang kesulitan mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat sahur.
Konsumsi susu kambing saat sahur atau berbuka dinilai mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga stamina selama berpuasa.
Dengan rasa yang relatif ringan dan tidak menyengat jika diolah dengan baik, susu kambing Etawa menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang ingin tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.(*)
Penulis : Leni Sulistyoningsih
