INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Gempa bumi berkekuatan 4,6 magnitudo mengguncang Yogyakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa terjadi pada pada Minggu (25/1/2026), pukul 15.51 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 106 kilometer barat daya Kabupaten Gunungkidul. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,88 Lintang Selatan dan 110,24 Bujur Timur. BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Info Gempa Mag: 4.6, 25-Jan-26 15:51:24 WIB, Lok: 8.88 LS – 110.24 BT (106 km Barat Daya Gunungkidul–DIY), Kedlmn: 10 km,” tulis BMKG melalui akun X resmi Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, @bmkgjogja.
Getaran gempa dirasakan di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, Kulon Progo, hingga Kota Yogyakarta. Selain itu, guncangan juga dirasakan hingga ke luar wilayah DIY, seperti Kabupaten Pacitan dan Wonogiri, Jawa Tengah.
BMKG mencatat intensitas gempa berada pada skala II–III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sebagian orang, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang, namun belum menimbulkan kerusakan bangunan.
Tak berselang lama, BMKG kembali mencatat adanya gempa susulan pada Minggu sore. Gempa susulan terjadi pada pukul 16.41 WIB dengan magnitudo 2,5 dan kedalaman 21 kilometer.
Pusat gempa susulan berada di laut, sekitar 103 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan koordinat 8,83 Lintang Selatan dan 110,21 Bujur Timur.
“Info Gempa Mag: 2.5, 25-Jan-26 16:41:50 WIB, Lok: 8.83 LS – 110.21 BT (103 km Barat Daya Gunungkidul–DIY), Kedlmn: 21 km,” tulis BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum ada laporan dampak signifikan akibat rangkaian gempa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa magnitudo 4,6 yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya.
Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terpantau kembali normal setelah sempat terganggu oleh getaran gempa. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat. Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG dalam keterangannya.(*)
Penulis : FDA
