Pendidikan Yogyakarta

UAJY Jadi Tuan Rumah COMICOS 2026, Pembicara Romo Magnis Bicara Kohesi Sosial Indonesia

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Conference on Media, Communications and Sociology (COMICOS) 2026. 

Konferensi akademik internasional ini digelar selama dua hari, Senin sampai Selasa, pada tanggal 9 – 10 Februari 2026, bertempat di Sahid Raya Hotel, Jalan Babarsari, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Pada tahun ini, COMICOS diselenggarakan berkolaborasi dengan Asia-Pacific Public Relation Research and Education Network (APPRREEN) 10th Conference, menghadirkan forum diskusi akademik berskala global yang mempertemukan akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu. Tema yang diangkat adalah “Enhancing Social Cohesion in Networked Societies Through Communication, Media, Public Relations, and Sociology Perspectives.”

General Chairperson COMICOS 2026, Dr. Dyah Ayu Retno Widyastuti, menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi ini telah dipersiapkan secara matang sejak Maret 2025. 

“COMICOS 2026 diikuti oleh peserta dari 15 negara, yaitu Maroko, Malaysia, Australia, Italia, Cina, India, Thailand, Myanmar, Arab Saudi, Rusia, Turki, Jepang, Selandia Baru, Filipina, dan Indonesia,”  ungkap Dr. Dyah Ayu Retno Widyastuti, Senin (9/2/2026).

“Dari kelima belas negara tersebut, tercatat ada 24 universitas luar negeri dan 51 universitas dari Indonesia yang berpartisipasi dalam COMICOS 2026,” tambahnya.

Ia melanjutkan, COMICOS 2026 menjadi wadah penting bagi pertukaran gagasan dan temuan riset di bidang komunikasi, media, sosiologi, serta hubungan masyarakat, khususnya dalam merespons tantangan kohesi sosial di tengah masyarakat global yang semakin terhubung secara digital.

Konferensi ini turut menghadirkan Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ (Romo Magnis) sebagai honorary opening remarks. 

Dalam sambutannya, Romo Magnis menilai bahwa Indonesia merupakan salah satu contoh keberhasilan kohesi sosial, terutama dalam relasi antarumat beragama di tengah masyarakat yang sangat majemuk.

“Bangsa Indonesia sangat plural. Dalam sejarahnya, bangsa ini disatukan oleh semangat kuat untuk mematahkan penjajahan. Selain itu, pada awal kemerdekaan, para tokoh Islam bersedia menyetujui Undang-Undang Dasar yang tidak memberikan kedudukan khusus kepada Islam, meskipun mayoritas penduduk saat itu sekitar 78 persen,” jelas Romo Magnis.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun tantangan berupa intoleransi masih ada, hubungan antarumat beragama di Indonesia relatif terjaga dengan baik, termasuk bagi kelompok minoritas.

“Sebagai minoritas, umat Katolik dan Protestan merasa terhubung dengan baik. Kami bisa berbicara satu sama lain dan tidak merasa ditekan. Jika ada persoalan, maka diselesaikan dengan dialog,” ujarnya.

Menurut Romo Magnis, peran akademisi dan institusi pendidikan sangat penting dalam menjaga serta memperkuat kohesi sosial, terutama di era masyarakat jaringan yang ditandai oleh arus informasi cepat dan polarisasi opini di ruang publik.

Ia menilai pendekatan lintas disiplin, seperti yang dihadirkan dalam COMICOS 2026, menjadi kunci dalam memahami persoalan sosial secara komprehensif dan mendorong solusi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Sri Nurhartanto, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan COMICOS 2026. Ia menilai konferensi ini sebagai forum akademik strategis, khususnya bagi pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.

“Panitia bekerja sangat luar biasa dengan menghadirkan pembicara-pembicara berbobot dari berbagai negara. Ini menjadi ajang yang sangat baik bagi akademisi di Indonesia untuk belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dengan para profesor dari berbagai belahan dunia,” ujar Nurhartanto.

Ia berharap konferensi internasional semacam COMICOS dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai bidang keilmuan lainnya, tidak hanya ilmu komunikasi, tetapi juga program studi lain di lingkungan UAJY.

Dengan terselenggaranya COMICOS 2026, UAJY kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu sosial dan komunikasi di Indonesia. 

Kehadiran akademisi dari berbagai negara juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan ruang dialog intelektual di tingkat global.

“Saya berharap, COMICOS 2026 mampu menghasilkan rekomendasi akademik dan jejaring internasional yang berkontribusi dalam memperkuat kohesi sosial, baik di Indonesia maupun di tingkat global, melalui pendekatan komunikasi, media, hubungan masyarakat, dan sosiologi,” tutup Nurhartanto.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *