Bisnis Jabodetabek

Peringati Imlek 2026, BEI Umumkan Jadwal Libur Selama Dua Hari

INTENS PLUS – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan jadwal libur aktivitas perdagangan saham dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Berdasarkan kalender bursa 2026, perdagangan efek di BEI diliburkan selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 16 – 17 Februari 2026.

Penutupan perdagangan pada Senin, 16 Februari 2026, dilakukan karena bertepatan dengan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sementara itu, pada Selasa, 17 Februari 2026, perdagangan kembali ditiadakan karena merupakan hari perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

“Perdagangan saham di BEI akan dibuka kembali pada Rabu, 18 Februari 2026, tepat setelah libur Imlek 2026,” tulis BEI dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada publik, Minggu (15/2/2026).

BEI menegaskan bahwa jadwal libur tersebut telah tercantum dalam kalender resmi bursa tahun 2026. Selain pasar saham, seluruh layanan perdagangan di BEI, termasuk pasar obligasi dan derivatif, mengikuti ketentuan hari libur bursa yang telah ditetapkan.

Dengan adanya libur dua hari tersebut, pelaku pasar diimbau untuk menyesuaikan strategi transaksi serta memperhatikan kewajiban penyelesaian transaksi (settlement) agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menjelang libur panjang Imlek 2026, kinerja pasar saham nasional tercatat menunjukkan tren positif. Berdasarkan data perdagangan BEI periode 9 – 13 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 3,49 persen.

IHSG ditutup pada level 8.212,271 pada akhir pekan perdagangan, naik dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 7.935,260. Penguatan tersebut mencerminkan optimisme investor di tengah dinamika pasar global dan domestik.

Meski IHSG menguat, aktivitas investor asing masih didominasi aksi jual bersih. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/2), investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 2,03 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp 16,49 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar BEI selama sepekan turut mengalami kenaikan. Kapitalisasi pasar tercatat meningkat sebesar 3,83 persen menjadi Rp 14.889 triliun, dari Rp 14.341 triliun pada pekan sebelumnya.

“Data perdagangan saham di BEI selama periode 9–13 Februari 2026 mayoritas ditutup dengan positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada volume transaksi harian Bursa, yaitu sebesar 4,73 persen menjadi 45,24 miliar lembar saham, dari 43,20 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam keterangannya.

Selain volume, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen menjadi 2,74 juta kali transaksi, dibandingkan 2,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Namun demikian, rata-rata nilai transaksi harian BEI justru mengalami penurunan. Nilai transaksi harian tercatat turun sebesar 6,27 persen menjadi Rp 23,20 triliun, dari Rp 24,75 triliun pada pekan sebelumnya.

Dengan berakhirnya libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, seluruh aktivitas perdagangan di BEI dijadwalkan kembali normal pada Rabu, 18 Februari 2026.

Investor diharapkan dapat kembali mencermati perkembangan sentimen global, kebijakan ekonomi domestik, serta pergerakan investor asing yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG pascalibur panjang.

BEI juga mengimbau seluruh pelaku pasar untuk memanfaatkan periode libur sebagai waktu evaluasi portofolio, sekaligus mempersiapkan strategi investasi yang lebih matang saat perdagangan kembali dibuka.(*)

Penulis : FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *