INTENS PLUS – JAKARTA. Platform video terbesar di dunia, YouTube, mengalami gangguan (error) secara luas pada Rabu (18/2/2026) pagi.
Gangguan ini dilaporkan terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat, dan membuat sebagian layanan YouTube tidak dapat diakses secara normal.
Ribuan pengguna melaporkan masalah tersebut ke situs pemantau gangguan layanan digital, Downdetector, sejak pagi hari waktu Indonesia.
Berdasarkan data Downdetector, keluhan terkait YouTube error di Indonesia mulai muncul sejak sekitar pukul 07.40 WIB. Hingga pukul 08.16 WIB, tercatat 7.603 laporan, dan jumlah tersebut meningkat menjadi hampir 8.000 laporan pada pukul 08.28 WIB.
Rincian gangguan yang dilaporkan pengguna di Indonesia meliputi:
- 52% masalah koneksi server
- 34 – 36% gangguan pada aplikasi
- 13% kendala pada situs web
Mayoritas pengguna mengeluhkan tidak bisa melakukan streaming video, baik melalui aplikasi YouTube di ponsel maupun melalui browser di komputer.
Pantauan menunjukkan bahwa halaman utama atau Home YouTube tidak dapat dimuat dengan normal. Alih-alih menampilkan rekomendasi video, layar hanya memunculkan pesan:
“Something went wrong”
disertai tombol “Try again” yang tidak memberikan perubahan saat ditekan.
Menariknya, tidak semua fitur YouTube lumpuh total. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa YouTube Shorts, menu History, serta video yang sebelumnya pernah ditonton masih dapat diputar. Gangguan ini terjadi di berbagai perangkat, baik Android, iOS, maupun versi web.
Sebagian pengguna juga menerima notifikasi “status offline”, meskipun koneksi internet mereka terpantau stabil.
Ramai Dikeluhkan di Media Sosial
Keluhan YouTube error juga ramai diperbincangkan di media sosial X. Warganet dari berbagai negara mengunggah tangkapan layar aplikasi YouTube yang tidak berfungsi.
Salah satu unggahan warganet berbunyi:
“Are you telling me I have to eat watching just my food like a normal person??? #youtubedown.”
Unggahan serupa datang dari pengguna di Eropa, Asia, hingga Amerika, menandakan bahwa gangguan ini bersifat global.
Amerika Serikat Juga Terdampak
Media internasional seperti Hindustan Times melaporkan bahwa pengguna di Amerika Serikat turut mengalami gangguan serupa. Mengutip Downdetector, lebih dari 280 ribu pengguna di AS melaporkan masalah akses YouTube.
Keluhan terbanyak berasal dari aplikasi YouTube, disusul masalah pada situs web dan layanan YouTube TV. Lonjakan laporan terjadi hampir bersamaan dengan waktu gangguan di Indonesia.
Apa Penyebab YouTube Error?
Hingga Rabu pagi, pihak YouTube maupun induk perusahaannya, Google, belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan kali ini.
Namun, jika merujuk pada insiden serupa yang terjadi sehari sebelumnya, YouTube sempat mengakui adanya gangguan sistem internal. Pada Selasa (17/2), akun resmi TeamYouTube menyebut masalah berasal dari sistem rekomendasi.
Dalam pernyataan publiknya, TeamYouTube mengatakan:
“Masalah pada sistem rekomendasi kami membuat video tidak dapat muncul di seluruh permukaan layanan di YouTube, termasuk beranda, aplikasi YouTube, YouTube Music, dan YouTube Kids.”
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, YouTube mengklaim seluruh layanannya telah kembali normal. Pada gangguan global 17 Februari itu, lebih dari 320 ribu pengguna di AS melaporkan masalah pada puncaknya.
Pengguna Diminta Menunggu Informasi Resmi
Sampai saat ini, belum ada konfirmasi apakah gangguan YouTube pagi ini masih berkaitan dengan sistem yang sama atau disebabkan oleh masalah teknis lainnya, seperti server atau pembaruan aplikasi.
Pengguna disarankan untuk:
- Memastikan aplikasi YouTube telah diperbarui ke versi terbaru
- Mencoba mengakses ulang secara berkala
- Memantau informasi resmi dari YouTube atau Google
Gangguan layanan digital berskala global seperti ini biasanya dapat pulih dalam beberapa jam, tergantung pada tingkat kerusakan sistem yang terjadi.(*)
Penulis : Elis
