INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Perayaan Dies Natalis ke-53 Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) berlangsung semarak dan penuh makna, mengusung tema “Langkah Nyata, Menjadi Unggul dan Berdampak”.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis tahun ini tidak hanya berfokus pada seremoni, melainkan diisi dengan berbagai agenda akademik, sosial, hingga kolaborasi alumni yang memperkuat posisi sebagai kampus berbasis teknologi yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Rektor ITNY, Setyo Pambudi, mengatakan angka 53 bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol kedewasaan institusi yang telah melewati berbagai fase sejak era ATNAS, STTNAS, hingga kini menjadi ITNY.
“Tema tahun ini bukan hanya slogan. Ini adalah pernyataan misi yang kuat. Tahun 2026 adalah tahun eksekusi, bukan lagi sekadar perencanaan. Kita harus benar-benar melangkah nyata untuk menjadi unggul dan berdampak,” tegasnya dalam laporan Rektor, pada keterangan, Kamis (26/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa sepanjang 2025, kampus tersebut terus melakukan penguatan mutu akademik dan tata kelola. Salah satu target strategis adalah mendorong tiga program studi meraih akreditasi unggul.
Pada 2027, diharapkan mulai lahir program studi dengan status unggul, disusul dua prodi lainnya.
“Saat ini, kami memiliki sembilan program studi dengan akreditasi Baik Sekali dan B, serta jumlah mahasiswa baru mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 mahasiswa setiap tahun ajaran,” ungkapnya.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas dedikasi dan kerja kerasnya, serta kepada Yayasan Pendidikan Teknologi Nasional sebagai badan penyelenggara yang menaunginya.
“Tanpa sivitas akademika dan alumni, kampus ini tidak mungkin berada pada posisi seperti sekarang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, pihaknya juga menggelar Kelatnas Leadership Forum (KLF) 2026 bekerja sama dengan keluarga alumni. Forum ini dilaksanakan di Hotel Merapi Merbabu dan menghadirkan ratusan alumni lintas generasi dan profesi.
Ketua Kelatnas, Ir Yunus, menegaskan bahwa KLF bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi forum strategis untuk memperkuat jejaring kepemimpinan alumni di berbagai sektor.
Sejumlah tokoh alumni yang hadir antara lain, Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Alumni Teknik Geologi STTNAS 1996, Spei Yan Bidana, juga Komisaris Utama PT MCN & Senior Advisor Malcon Engineering Group, Alumni TS 1990, Resdiansyah, serta Professor of Computing UTP Malaysia, Alumni TE 1991, Anton Satria Prabuwono, ada pula General Foreman Underground GBC PT Freeport Indonesia, Alumni Teknik Pertambangan 2014, Demianus Mambraku, dan Kepala Dinas PUPR Halmahera, Maluku Utara, William Jesazas.
Kelatnas juga berencana membentuk Koordinator Wilayah (Korwil) untuk memperkuat konsolidasi alumni di daerah.
Konditor Seksi Acara Puncak Dies Natalis 53, Yunas Setiawan Eka Pramana, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 13 Februari 2026.
“Agenda tersebut meliputi, jalan sehat dan pembagian doorprize bagi dosen dan karyawan, pameran karya pengabdian dan penelitian dosen, turnamen e-sport Mobile Legends Championship Piala Rektor ITNY 2026 untuk siswa SMA/SMK DIY dan Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia melanjutkan, bakti sosial ke Panti Asuhan Al-Afiah Berbah, Darul Ulum Banguntapan, dan Bina Remaja Donoharjo Sleman. Puncak acara berupa laporan Rektor, orasi ilmiah, awarding session, tumpengan, dan buka bersama
Yunas juga mengatakan bahwa, orasi ilmiah disampaikan oleh Soebardi, Wakil Rektor II ITNY sekaligus alumni, dengan tema transformasi solid oxide fuel cell dan arsitektur teknologi masa depan demi kemandirian energi nasional.
“Selain itu juga ada pemberian penghargaan kepada dosen terbaik, karyawan terbaik, dosen pembimbing mahasiswa berprestasi, serta penghargaan kesetiaan 25 tahun,” ujarnya.(*)
Penulis : Elis
