Edukasi Yogyakarta

Antusias Warga Tinggi, 150 Paket Takjil dari PWI DIY dan BAZNAS DIY Habis dalam Hitungan Menit

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan terlihat tinggi dalam aksi pembagian takjil yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY.

Sebanyak 150 paket takjil yang dibagikan kepada pengendara di depan Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, habis hanya dalam hitungan menit. 

Paket takjil yang berisi nasi dan makanan ringan tersebut diserbu para pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan sosial ini melibatkan pengurus PWI DIY, perwakilan Baznas DIY, serta sejumlah wartawan yang turun langsung ke jalan untuk membagikan makanan berbuka kepada pengguna jalan.

Ketua PWI DIY, Hudono, mengatakan kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bagian dari upaya menyemarakkan bulan Ramadan sekaligus mempererat kolaborasi.

“Ini kan acara berbagi takjil. Kami sangat berterima kasih kepada Baznas DIY, yang telah bersama-sama menyemarakkan Ramadan,” ujar Hudono, Senin (9/3/2026) sore.

Menurutnya, kegiatan ini juga masih menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang melibatkan berbagai program sosial bagi masyarakat.

“Ini juga pas karena masih dalam rangkaian Hari Pers Nasional. Jadi ini bagian dari acara untuk berbagi dengan pengguna jalan,” katanya.

Hudono menyebutkan, jumlah paket takjil yang dibagikan sebenarnya masih terbatas jika dibandingkan dengan tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mendapatkan makanan berbuka tersebut.

“Tadi ada sekitar 150 paket, berisi paket nasi dan snack. Dalam waktu kurang dari 10 menit semuanya sudah habis. Ini menurut saya ini cukup fenomenal,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan jumlah paket yang lebih banyak agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.

“Paling tidak acara ini bukan kerja sama sekali saja, tetapi bisa berulang kali. Kita ingin terus menjalin kolaborasi antara PWI DIY dan Baznas DIY untuk kegiatan yang bermanfaat bagi umat,” tambah Hudono.

Selain kegiatan berbagi takjil, PWI DIY juga tengah menyiapkan sejumlah agenda lain dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, salah satunya kegiatan jalan sehat yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat.

Hudono berharap Baznas DIY kembali dapat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagaimana dukungan yang diberikan pada tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini mendapat berkah dan puasa kita mendapat pahala yang berlipat dari Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas DIY Bidang SDM, Administrasi, dan Umum, Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dalam kegiatan sosial di bulan Ramadan.

“Alhamdulillah kami bisa bersinergi melakukan bakti sosial, yaitu memberi iftar atau takjil. Pahala orang yang memberi takjil itu sama dengan pahala orang yang berpuasa,” ujarnya.

Ia mengakui jumlah takjil yang dibagikan kali ini masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan masyarakat yang datang.

“Untuk kali ini 150 paket ternyata masih kurang. Bahkan ada yang tidak kebagian karena saking banyaknya orang yang membutuhkan. Kami juga merasa kasihan karena ada yang sudah ikut berkumpul tetapi tidak kebagian,” kata Luthfi.

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jumlah paket yang lebih banyak sehingga dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Menurut Luthfi, selama bulan Ramadan tahun ini pihaknya juga aktif menyalurkan berbagai program bantuan kepada masyarakat, termasuk pembagian takjil secara rutin.

“Kami hampir setiap sore mengirim takjil ke panti-panti asuhan di wilayah DIY. Sampai saat ini sudah sekitar 2.000 paket takjil yang dibagikan,” jelasnya.

Selain itu, Ia menyebut juga menyalurkan program Paket Ramadan Bahagia kepada sekitar 2.000 tenaga honorer pemuda di DIY, dengan nilai bantuan sekitar Rp150.000 untuk setiap paket.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS DIY dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya para mustahik.

“Ini merupakan bagian dari tugas kami untuk menyantuni para mustahik. Mudah-mudahan bantuan dari para muzaki dan munfik bisa benar-benar bermanfaat bagi mereka yang menerima,” ujarnya.

Luthfi menambahkan, distribusi bantuan yang dilakukannya tidak hanya terfokus di Kota Yogyakarta, tetapi juga menjangkau seluruh kabupaten di wilayah DIY.

“Untuk panti asuhan kami distribusikan secara menyeluruh, tidak hanya di Kota Yogyakarta saja, tetapi juga ke Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Setiap hari sudah ada jadwalnya, sore ini ke mana, besok ke mana,” katanya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *