INTENS PLUS – MAGELANG. Kawasan Bukit Menoreh di Magelang, Jawa Tengah kembali menjadi saksi penguatan nilai sejarah dan kebangsaan melalui kegiatan Napak Tilas Perjalanan Pangeran Diponegoro yang digelar bersama Akademi Militer (Akmil) dan Plataran Indonesia.
Kegiatan tersebut, berlangsung pada 7, 8, dan 11 Maret 2026 dan diikuti oleh Taruna Tingkat III SERMATAR Akademi Militer sebagai bagian dari proses pendidikan menjelang kelulusan mereka.
Pada rangkaian kegiatan yang berlangsung Rabu (11/3), turut hadir CEO dan Founder Plataran Indonesia Yozua Makes serta Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar.
Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI, Rano Maxim Adolf Tilaar, menjelaskan bahwa kegiatan napak tilas tersebut merupakan bagian dari pembinaan kejuangan bagi para taruna.
“Di Akademi Militer, sejarah tidak hanya disampaikan melalui kilasan atau kronologinya saja, tetapi juga harus mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Itulah yang kami sebut sebagai pembinaan kejuangan,” ujarnya pada keterangan dikutip, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, jalur perbukitan Menoreh yang dilalui dalam kegiatan ini merupakan wilayah historis yang pernah digunakan sebagai rute gerilya oleh para pejuang bangsa.
“Rute di ketinggian Menoreh ini merupakan jalur yang digunakan Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya. Bahkan kemudian diwariskan kepada Jenderal Sudirman sebagai wilayah gerilya pada masa perang kemerdekaan,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut para taruna dapat memahami nilai pengorbanan dan patriotisme yang menjadi bagian penting dari jati diri seorang perwira TNI.
“Kegiatan napak tilas ini diikuti oleh sekitar 115 Taruna Tingkat III Akademi Militer yang didampingi sekitar 102 pengasuh dan pembimbing. Para peserta dibagi dalam tiga gelombang kegiatan yang dilaksanakan pada 7, 8, dan 11 Maret 2026,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali di SDN Candirejo yang secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Akademi Militer Brigadir Jenderal TNI Pramungkas Agus T.
Selama perjalanan, para taruna tidak hanya mempelajari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai potensi alam serta ekonomi lokal yang berkembang di kawasan Bukit Menoreh.
Beberapa komoditas unggulan daerah seperti kopi Menoreh, durian Menoreh, serta buah nangka turut diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
CEO dan Founder Plataran Indonesia, Yozua Makes, menyampaikan bahwa keterlibatan Plataran dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada destinasi, tetapi juga memberi dampak sosial dan edukasi.
Menurutnya, pengalaman perjalanan akan memiliki makna yang lebih mendalam ketika mampu menghubungkan unsur sejarah, alam, serta masyarakat lokal.
“Kami percaya bahwa setiap perjalanan memiliki makna yang lebih dalam ketika dapat terhubung dengan sejarah, alam, dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, Plataran ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya memperkenalkan keindahan Bukit Menoreh, tetapi juga membawa nilai patriotisme, kebersamaan, serta kepedulian terhadap komunitas sekitar. Inilah yang kami sebut sebagai Hospitality with Impact,” kata Yozua.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya karena kawasan wilayah hotelnya, berada di jalur sejarah perjalanan Pangeran Diponegoro. Sehingga dapat menjadi bagian dari kegiatan pendidikan para taruna Akademi Militer.
Sarana pembelajaran sejarah secara langsung di lapangan, dengan menelusuri jalur yang diyakini sebagai bagian dari rute gerilya Pangeran Diponegoro di kawasan Menoreh.
Melalui pengalaman tersebut, para taruna tidak hanya mempelajari kronologi sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa.
Napak tilas ini menempuh, perjalanan sejauh sekitar 5 hingga 6 kilometer yang melintasi sejumlah titik penting di kawasan Bukit Menoreh. Rute dimulai dari SDN Candirejo, kemudian dilanjutkan menuju Bukit Gondopurowangi, sebelum berakhir di kawasan Plataran Shailendra.
Sepanjang perjalanan, para taruna mendapatkan pemaparan mengenai sejarah kawasan Menoreh yang memiliki keterkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan penjajahan Belanda pada abad ke-19.
Selain itu, jalur perbukitan ini juga memiliki kaitan historis dengan perjuangan Jenderal Sudirman, yang memanfaatkan wilayah pegunungan sebagai basis strategi perang gerilya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Program CSR untuk Siswa Desa
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Plataran Indonesia bersama Akademi Militer juga melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi siswa SDN Candirejo.
Bantuan yang diberikan berupa alat tulis dan tempat bekal untuk mendukung kegiatan belajar siswa di lingkungan desa sekitar kawasan Menoreh.
Menurut Yozua, generasi muda selalu menjadi fokus penting dalam berbagai program sosial yang dijalankan oleh Plataran.
“Kami melihat generasi muda sebagai masa depan bangsa, sehingga sangat penting untuk memberikan dukungan kepada mereka, terutama dalam bidang pendidikan,” ujarnya.
Setelah menempuh perjalanan napak tilas di kawasan Menoreh, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi seremonial yang berlangsung di kawasan Langit Khatulistiwa, tepatnya di Anarta Deck.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan buka puasa bersama yang digelar di Enam Langit by Plataran, menghadirkan suasana kebersamaan antara para taruna, perwakilan Akademi Militer, serta para tamu undangan.
Ke depan, kegiatan Napak Tilas Perjalanan Pangeran Diponegoro ini direncanakan akan menjadi agenda rutin bagi Taruna Tingkat III Akademi Militer menjelang akhir masa pendidikan mereka di Magelang.
“saya harap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sekaligus memperkuat semangat patriotisme dalam menjaga kedaulatan negara,” kata Yozua.(*)
Penulis : Elis
