INTENS PLUS – JAKARTA. Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 6.859 masjid di berbagai daerah sebagai tempat singgah di seluruh Indonesia untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Program tersebut secara resmi diluncurkan pada Rabu (11/3), melalui kegiatan Kick Off Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag di Jakarta.
Wakil Menteri Agama, Romo Syafii, mengatakan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Momentum mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah menjadi kesempatan bagi masjid untuk memperkuat fungsi sosialnya sebagai pusat pelayanan umat. Program ini diwujudkan melalui kesiapan 6.859 masjid yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” ungkap Romo Syafii dikutip, Senin (16/3/2026).
Romo Syafii melanjutkan, masjid-masjid tersebut akan dibuka bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan jauh menuju kampung halaman, dengan menyediakan fasilitas istirahat gratis bagi para pemudik.
“Masjid memang tempat melayani. Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk salat lima waktu. Sekarang masjid diprogram sesuai fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Romo Syafii.
Ia menambahkan, Kemenag telah meminta seluruh jajaran di daerah untuk berkoordinasi dengan pengurus masjid agar layanan bagi pemudik dapat berjalan optimal selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, masjid yang tergabung dalam program Masjid Ramah Pemudik akan dibuka selama 24 jam selama periode mudik Lebaran.
Para pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan di masjid, antara lain:
- Area istirahat bagi pemudik
- Tempat ibadah yang nyaman
- Fasilitas toilet bersih
- Ketersediaan air bersih
- Area parkir yang aman
- Layanan kesehatan
- Pengisian daya telepon seluler (charging station)
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu para pemudik, yang membutuhkan tempat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
Selain menyediakan fasilitas singgah di masjid, Kemenag juga bekerja sama dengan Radio Elshinta melalui program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Melalui siaran radio tersebut, pemudik dapat memperoleh berbagai informasi penting selama perjalanan, seperti kondisi lalu lintas, lokasi masjid ramah pemudik, serta fasilitas yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
Program siaran EMI dijadwalkan berlangsung mulai H-8 hingga H+8 Lebaran, sementara layanan Masjid Ramah Pemudik dibuka mulai H-7 sampai H+7 Idulfitri.
Romo Syafii juga menyampaikan bahwa semangat pelayanan bagi pemudik tidak hanya datang dari masjid. Berdasarkan koordinasi lintas lembaga, sejumlah rumah ibadah lain di Indonesia juga ikut membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat.
Beberapa gereja, vihara, klenteng, dan pura disebut turut memberikan fasilitas singgah bagi pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kuatnya nilai kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Kerukunan yang menjadi ikon persatuan Indonesia hari ini tergambar dengan sangat indah lewat pelayanan rumah-rumah ibadah bagi para pemudik,” kata Romo Syafii.(*)
Penulis : Elis
