INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan kesiapan lima titik pos pengamanan (pos pam) untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat keamanan, tetapi juga dilengkapi layanan kesehatan hingga fasilitas pengisian daya ponsel (charge HP).
Peninjauan kesiapan dilakukan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Ada lima titik pos pengamanan yang dipastikan siap beroperasi berada di lokasi strategis dan pusat aktivitas masyarakat, yaitu Pos Pam Tugu, Pos Pam Teteg, Pos Pam Stasiun Tugu Yogyakarta, Pos Pam Titik Nol Kilometer, dan Pos Pam Gembira Loka Zoo. Kelima titik ini dipilih karena menjadi pusat mobilitas wisatawan dan warga, terutama selama puncak arus libur Lebaran di Kota Yogyakarta,” terang Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, usai melakukan peninjauan Pos Pam. Rabu (18/3/2026).
Hasto, menambahkan bahwa seluruh pos pengamanan telah siap dari sisi personel maupun sarana prasarana.
“Seluruh pos dan personel dalam kondisi yang baik. Ini artinya kita siap menghadapi aktivitas masyarakat selama Idulfitri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fungsi pos pam kini semakin luas, tidak hanya sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan publik. Di antaranya adalah layanan kesehatan, bantuan darurat, hingga fasilitas pengisian daya ponsel bagi masyarakat dan wisatawan.
Menurut Hasto, respons petugas di lapangan juga ditargetkan berlangsung cepat dan terkoordinasi. Berbagai potensi kejadian seperti wisatawan tersesat atau kehilangan barang dapat segera ditangani.
“Misalnya ada wisatawan hilang atau kehilangan barang, kami pastikan sebelum 30 menit sudah bisa ditangani,” tegasnya.
Selain memastikan kesiapan pos pam, Pemerintah Kota Yogyakarta juga fokus pada pengawasan kawasan wisata, terutama di Malioboro Street yang diprediksi akan dipadati wisatawan.
Pemantauan dilakukan untuk mencegah praktik parkir liar serta pedagang kaki lima (PKL) yang menaikkan harga secara tidak wajar selama momentum Lebaran.
Hasto juga mengimbau para pelaku usaha, baik hotel maupun homestay, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan demi menjaga citra Kota Yogyakarta sebagai destinasi unggulan.
“Kami harap para pelaku usaha bisa menjadi tuan rumah yang baik. Berikan pelayanan terbaik dan jaga nama baik Kota Yogyakarta. Saya tidak ingin mendengar ada wisatawan yang mengeluh,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengajak wisatawan untuk turut menjaga kebersihan selama berada di kota ini.
Ia juga mengingatkan pentingnya kondisi fisik bagi para petugas yang bertugas di lapangan, mengingat tingginya intensitas pelayanan selama periode Lebaran.
“Petugas harus menyiapkan fisiknya, jangan sampai kelelahan. Selama bertugas harus dalam kondisi prima agar pelayanan tetap optimal,” ujarnya.
Keberadaan fasilitas di pos pengamanan pun mendapat apresiasi dari wisatawan. Rina, wisatawan asal Medan, mengaku terbantu dengan layanan yang tersedia, khususnya fasilitas charge HP.
“Saya sempat kehabisan baterai saat jalan-jalan di Malioboro. Ternyata di pos pam bisa numpang charge, petugasnya juga ramah dan membantu. Ini sangat membantu wisatawan seperti saya, menurut saya, fasilitas ini sangat penting bagi wisatawan yang mengandalkan ponsel untuk navigasi, juga komunikasi, hingga kebutuhan dokumentasi selama liburan,” ungkapnya.(*)
Penulis : Elis
