Headline Yogyakarta

Koeswanto Tutup Usia 71 Tahun, DPRD DIY Kehilangan Sosok Legislator Berpengalaman

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kabar duka menyelimuti dunia politik Daerah Istimewa Yogyakarta. Anggota DPRD DIY sekaligus Sekretaris Komisi C, H. Koeswanto, S.I.P, meninggal dunia pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 10.00 WIB di RSA UGM setelah menjalani perawatan akibat sakit jantung yang kedua. Ia wafat di usia 71 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat luas, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Sleman.

Segenap pimpinan dan anggota DPRD DIY bersama jajaran Sekretariat DPRD DIY menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang dikenal berdedikasi tinggi dalam dunia legislatif tersebut dalam melalui akun Instagram @dprd_diy. Kepergian Koeswanto dinilai sebagai kehilangan besar bagi lembaga legislatif daerah.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut Berduka Cita, segenap Pimpinan dan Anggota DPRD DIY serta jajaran Sekretariat DPRD DIY menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya. Bapak H. Koeswanto, S.IP (Usia 71 Tahun), pada hari Kamis Kliwon, 19 Maret 2026. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tulis akunt tersebut. Kamis (19/3/2026).

Selama menjabat sebagai anggota DPRD DIY, Koeswanto dikenal sebagai figur yang aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat. Perannya sebagai Sekretaris Komisi C yang membidangi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi turut memperlihatkan komitmennya dalam mendorong kemajuan daerah.

Selain kiprahnya di legislatif, Koeswanto juga merupakan tokoh penting di PDI Perjuangan Kabupaten Sleman.

Ia menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman selama dua periode, yakni 2015-2019 dan 2019-2025. Kepemimpinannya dinilai mampu memperkuat soliditas partai di tingkat daerah.

Perjalanan politik Koeswanto terbilang panjang dan penuh dedikasi. Ia mengawali kiprahnya sebagai Bendahara DPC PDI Perjuangan Sleman pada 2005-2010, kemudian dipercaya menjadi Sekretaris DPC pada 2010-2015 sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua DPC.

Di dunia legislatif, Koeswanto pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sleman selama dua periode (2004-2009 dan 2009-2014).

Bahkan, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Sleman pada periode 2009-2014.

Kariernya kemudian berlanjut di tingkat provinsi sebagai anggota DPRD DIY sejak 2014 hingga kini, mencakup periode 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029.

Pengalaman panjang tersebut menjadikannya sebagai salah satu legislator senior yang dihormati.

Rencana Pemakaman

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan pada Kamis Kliwon pukul 16.00 WIB di Pemakaman Sasonoloyo, Bantul. Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri keluarga, rekan sejawat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan politik.

Almarhum meninggalkan seorang istri tercinta, Trimurti, dua orang putra beserta menantu, serta lima orang cucu. Kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kepergian Koeswanto tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi dunia politik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang sederhana, pekerja keras, serta memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun di dunia politik dan pemerintahan akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah, khususnya di Sleman dan DIY secara umum.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *