Headline Jabodetabek

Krisis Energi Global Imbas Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Skema WFH

INTENS PLUS – JAKARTA. Krisis energi global mulai terasa dampaknya di berbagai negara menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level USD113 per barel memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di banyak negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang masih mampu menjaga stabilitas harga BBM domestik. Pemerintah mulai menyiapkan skema Work From Home (WFH), selain itu untuk memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, Pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bantalan terhadap gejolak harga energi global.

Kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait ancaman terhadap jalur distribusi energi global di Selat Hormuz. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah, yang berdampak langsung pada pasar energi internasional.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan sebagai langkah mitigasi, pemerintah tengah mematangkan kebijakan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan konsumsi BBM, terutama dari sektor transportasi harian.

“Kadang ada hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik jika dilakukan dari rumah, kalau WFH dipaksakan, hasilnya bisa tidak optimal,” ujar Purbaya dikutip Senin (23/3/2026).

Purbaya menegaskan bahwa tidak semua sektor bisa menerapkan WFH. Pemerintah sedang mengkaji jenis pekerjaan yang tetap harus dilakukan secara luring agar produktivitas tidak menurun.

Ia menambahkan, jika kebijakan WFH satu hari ini berjalan efektif setelah masa libur Lebaran, beban konsumsi BBM nasional dapat ditekan secara signifikan.

Berdasarkan estimasi awal, penghematan energi diproyeksikan mencapai sekitar 20 persen.

“Ada hitungan kasar, bukan saya yang menghitung. Tapi perkiraan seharian, sekitar 20 persen,” bebernya.

Menurut Purbaya, hari Jumat menjadi kandidat kuat untuk penerapan kebijakan ini bagi ASN maupun pegawai swasta.

“Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi tiga hari itu lumayan untuk aktivitas di rumah, dan mungkin sektor turisme juga akan terdorong sedikit,” ucap Purbaya.

Pemilihan hari Jumat tersebut, dinilai strategis karena berdekatan dengan akhir pekan. Selain menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju kantor, Ia menyebut skema ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor turisme domestik.

Ia juga mengatakan, pemerintah akan menyerap tekanan harga melalui APBN guna menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini diambil untuk menghindari dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas jika harga BBM dilepas mengikuti mekanisme pasar global.

“BBM subsidi tidak naik, jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepas kan nanti seperti negara-negara lain, orang-orang bisa panik,” kata Purbaya.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa penerapan WFH berpotensi menghemat penggunaan energi hingga 20 persen.

“Penghematannya cukup signifikan, sekitar seperlima dari penggunaan normal,” ucapnya.

Ia menerangkan, bahwa rencana tersebut masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian dan akan difinalisasi setelah masa libur Lebaran.

Airlangga juga mempertimbangkan hari Jumat sebagai waktu penerapan WFH. Skema ini dinilai efektif karena berdekatan dengan akhir pekan, sehingga dapat mengurangi mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Ini berlaku untuk ASN dan juga sebagai imbauan bagi swasta, khususnya yang tidak terkait pelayanan publik,” ujar Airlangga disampaikan pada, Minggu (22/3/2026).

Selain itu Airlangga juga berharap, bahwa kebijakan tersebut dapat memberikan efek positif bagi sektor pariwisata domestik, karena masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk bepergian tanpa menambah beban transportasi harian.

“Kebijakan WFH tidak akan diterapkan secara menyeluruh. Sektor yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja secara luring. Kami juga mempertimbangkan aspek produktivitas dalam implementasi kebijakan ini, agar tidak mengganggu kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Airlangga.

Data terbaru menunjukkan, harga minyak mentah Brent mencapai USD113,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran USD98,85 per barel. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak pertengahan 2022.

Meski harga minyak dunia melonjak, harga BBM di Indonesia terpantau belum mengalami perubahan sejak awal Maret 2026. Di wilayah Jakarta, harga Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi dijual Rp6.800 per liter.

Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Sementara itu, Dexlite dijual Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Harga BBM di SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga relatif stabil, mencerminkan belum adanya penyesuaian harga di dalam negeri meski tekanan global meningkat.

Berbeda dengan Indonesia, sejumlah negara di Asia Tenggara mulai menaikkan harga BBM. Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Di Malaysia, harga RON95 naik tajam menjadi 3,27 ringgit per liter. Singapura juga mencatat harga bensin RON95 mencapai lebih dari 3 dolar Singapura per liter di beberapa SPBU.

Thailand menaikkan harga gasohol dan bensin sekitar 1 baht per liter, sementara Vietnam mencatat lonjakan harga bensin hingga lebih dari 5.000 dong per liter.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *