INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) yang berlokasi di Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pekan ke-52 pelaksanaan proyek, progres fisik pembangunan telah mencapai hampir 61 persen, melampaui target awal sebesar 57 persen.
Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa proyek berjalan sesuai rencana bahkan lebih cepat dari target yang ditentukan.
“Kalau target rencana di posisi 57 persen, realisasinya sudah 61 persen. Artinya sudah di atas target,” ujar Yudi kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Dengan progres yang melampaui target, pihaknya optimistis pembangunan gedung baru DPRD DIY dapat diselesaikan sesuai jadwal. Proyek ini ditargetkan rampung dan siap diserahterimakan pada 6 Desember 2026.
Meski demikian, Yudi menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar kualitas dan waktu yang telah ditetapkan.
Saat ini, pekerjaan pembangunan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir atau finishing. Beberapa pekerjaan utama yang masih berlangsung meliputi interior ruangan, penataan landscape, serta pembangunan jalur pedestrian di bagian depan gedung.
Yudi menjelaskan bahwa pengerjaan interior membutuhkan ketelitian tinggi karena banyak menggunakan material premium seperti marmer dan kayu, serta melibatkan proses pengerjaan secara handmade oleh tenaga ahli.
“Pekerjaan kali ini tinggal pedestrian depan, landscape, dan interior. Interior ini memang butuh kehati-hatian karena banyak dikerjakan secara handmade dengan material seperti marmer dan kayu,” jelasnya.

Gedung baru DPRD DIY dirancang dengan konsep arsitektur yang memadukan nuansa klasik khas Yogyakarta dengan sentuhan modern. Pada bagian luar, desain bangunan menonjolkan identitas lokal yang kuat, sementara bagian dalam menghadirkan suasana yang lebih modern dan fungsional.
“Kalau dilihat dari luar, atapnya Jogja banget, temboknya juga Jogja banget. Tapi begitu masuk ke dalam, nuansanya modern. Ini kombinasi klasik Jogja dan modern,” ungkap Yudi.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan bangunan yang tidak hanya representatif sebagai kantor lembaga legislatif, tetapi juga menjadi ikon baru yang mencerminkan karakter budaya Yogyakarta.
Selain memperhatikan desain bangunan, kawasan gedung juga dirancang lebih terbuka dan ramah bagi masyarakat. Penataan taman serta jalur pedestrian dibuat lebih luas untuk mendukung konsep ruang publik yang nyaman dan inklusif.
Dengan pendekatan ini, gedung DPRD DIY tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang interaksi publik yang dapat dinikmati masyarakat.
Yudi berharap kehadiran gedung baru ini mampu meningkatkan kinerja anggota DPRD dan jajaran sekretariat dalam menjalankan tugas-tugasnya, terutama dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi masyarakat.
“Kami berharap gedung ini memberikan atmosfer dan motivasi kerja yang lebih baik, sehingga DPRD bisa melaksanakan fungsi dan menyerap aspirasi masyarakat secara optimal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menyebut bahwa pembangunan gedung dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan integritas. Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan tanpa adanya penyimpangan.
“Yang terpenting, pembangunan gedung ini kami laksanakan dengan penuh integritas. Jangan sampai ada kebocoran dalam prosesnya. Ini dedikasi kami untuk DPRD dan masyarakat Jogja,” pungkasnya.(*)
Penulis : Elis
