Lifestyle Yogyakarta

Lully Tutus Gelar Pameran Tunggal Kedua, Angkat Fantasi sebagai Ruang Kebebasan

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Perupa Lully Tutus kembali menggelar eksistensinya di dunia seni rupa melalui pameran tunggal keduanya bertajuk “MY FANTASY IS VERY SERIOUS!”. Pameran ini digelar mulai 2 April hingga 17 Mei 2026, terbuka untuk umum secara gratis di Gramm Hotel by Ambarrukmo, Jl. Laksda Adisucipto, Ambarukmo, Sleman, Yogyakarta.

Sebanyak 10 karya lukisan ditampilkan dalam pameran ini, menghadirkan eksplorasi visual yang unik dengan perpaduan warna yang berani, karakter yang kuat, serta narasi yang sarat makna personal.

Pameran ini menjadi kelanjutan perjalanan artistik Lully setelah sebelumnya menggelar pameran tunggal perdananya pada 2023 di Jogja Gallery.

“Dalam pameran keduanya ini, mengangkat tema yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, terutama dari sudut pandangnya sebagai perempuan, ibu, dan istri. Namun, tidak disajikan secara literal, melainkan diolah melalui pendekatan fantasi yang kaya dan imajinatif,” ungkap Lully. Jumat (3/4/2026).

Bagi Lully, fantasi bukan sekadar khayalan, melainkan ruang kebebasan yang memungkinkan seseorang untuk tetap terhubung dengan dirinya sendiri.

Ia ingin mengajak para pengunjung untuk kembali mengingat satu hal penting yang kerap terlupakan saat dewasa: kebebasan untuk berimajinasi.

Fantasi, menurutnya, memberi ruang bagi pikiran untuk bermain dan bagi perasaan untuk menemukan suaranya. Ia juga menjadi medium untuk meredakan tekanan hidup, membuka kemungkinan baru, serta menumbuhkan harapan di tengah realitas yang kompleks.

Lebih jauh, fantasi juga menjadi ruang refleksi yang mendalam. Dalam keheningan yang diisi oleh imajinasi, seseorang tidak lagi merasa sendiri. Justru dari situ, muncul koneksi yang lebih dalam dengan diri, sesama, hingga spiritualitas.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran penulis, Heti Palestina Yunani, yang menyebut bahwa fantasi membuat manusia lebih peka terhadap kisah-kisah besar yang tidak selalu hadir dalam lanskap nyata.

“Melalui fantasi, misteri dan keajaiban dapat dipantulkan kembali dalam cara pandang baru terhadap kehidupan,” ucap Heti.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *