Headline Jateng

Prabowo Resmikan Pabrik Bus dan Truk Listrik VKTR di Magelang, Targetkan Produksi 10 Ribu Unit

INTENS PLUS – MAGELANG. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meresmikan pabrik Bus dan Truk Listrik, dengan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Tempuran, Kabupaten Magelang.

Peresmian ini menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan pengembangan industri kendaraan listrik nasional, khususnya di sektor transportasi niaga.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan industri kendaraan listrik merupakan bagian penting dari upaya mencapai kemandirian energi nasional. Ia menilai, transisi menuju energi bersih tidak hanya menjadi kebutuhan global, tetapi juga keharusan bagi Indonesia agar mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.

“Kalau kita ingin benar-benar merdeka, bertahan, dan maju, maka kita harus mandiri. Dan energi adalah kunci utama,” ujar Prabowo. Kamis (9/4/2026). 

Fasilitas perakitan VKTR di Magelang ini memiliki kapasitas produksi awal sebesar 3.000 unit kendaraan listrik per tahun. Namun, perusahaan menargetkan ekspansi produksi secara bertahap hingga mencapai 10.000 unit bus dan truk listrik setiap tahunnya.

Prabowo mengungkapkan, bahwa pemerintah tengah merancang pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga 100 gigawatt dalam beberapa tahun ke depan. 

Program ini akan diiringi dengan penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di berbagai daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Selain itu, elektrifikasi kendaraan massal dinilai lebih efektif dalam menekan konsumsi energi dan emisi karbon dibandingkan kendaraan pribadi.

Transformasi menuju kendaraan listrik diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran negara. Elektrifikasi armada transportasi massal berpotensi menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga 5 miliar dolar AS atau setara Rp80 triliun per tahun.

Keberhasilan implementasi kendaraan listrik pada layanan Transjakarta menjadi contoh nyata. Dengan sekitar 150 unit bus listrik, layanan tersebut mampu mengangkut hingga 10 juta penumpang, menunjukkan efektivitas tinggi dalam mobilitas perkotaan.

Komisaris Utama VKTR, Anindya Bakrie, menyebutkan bahwa potensi pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia sangat besar. Saat ini, jumlah armada angkutan niaga di Indonesia mencapai sekitar 280 ribu unit bus dan lebih dari 6,5 juta unit truk.

“Ini adalah peluang besar bagi pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Kami optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam transformasi sektor transportasi nasional,” kata Anindya.

Ia memaparkan, pengembangan fasilitas VKTR juga melibatkan kolaborasi dengan pabrikan karoseri lokal dan industri komponen dalam negeri. Sinergi ini berhasil meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari sebelumnya 40 persen menjadi target 60 persen pada tahun ini.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga membuka peluang Indonesia untuk menjadi pemain global di sektor kendaraan listrik.

“Harapannya, industri ini tidak hanya tumbuh sebagai produsen, tetapi juga menjadi pemain teknologi yang mampu bersaing di tingkat dunia,” pungkas Anindya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *