INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Hubungan bilateral antara Inggris dan Indonesia terus menunjukkan penguatan signifikan melalui implementasi Kemitraan Strategis yang telah disepakati kedua negara. Dalam kerangka tersebut, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta dengan membawa agenda kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan penyerahan pemuda-pemudi berprestasi di Indonesia menerima penghargaan emas Duke of Edinburgh’s International Award hingga pembangunan berkelanjutan.
Kemitraan Strategis antara Inggris-Indonesia sendiri ditandatangani oleh Keir Starmer dan Prabowo Subianto pada Januari 2026, dengan visi jangka panjang hingga 2045.
“Kesepakatan ini berfokus pada empat pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi, iklim dan alam, pertahanan dan keamanan, serta hubungan antar masyarakat (people and society),” ungkapnya. Kamis(9/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dominic Jermey, menegaskan bahwa Yogyakarta menjadi salah satu wilayah strategis dalam implementasi kerja sama Inggris di Indonesia, khususnya pada sektor iklim, lingkungan, dan sosial kemasyarakatan.
Rangkaian agenda dilakukan selama kunjungan, di antaranya peninjauan ke Stasiun Tugu Yogyakarta untuk membahas pengembangan transportasi rendah karbon, termasuk kesiapan bus listrik dan becak listrik.
Selain itu, Jermey juga memberikan kuliah umum, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta mengunjungi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Tak hanya itu, ia juga melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, yang menekankan pentingnya penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, edukasi publik dan keterlibatan komunitas menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya dukung lingkungan.
Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam Kemitraan Strategis ini. Inggris melalui International Education Strategy menempatkan Indonesia sebagai mitra prioritas untuk memperluas kerja sama pendidikan global.
Melalui kunjungan ini, Inggris berharap dapat mempererat hubungan dengan institusi pendidikan di Yogyakarta, termasuk membuka peluang kolaborasi lebih luas antara universitas di Indonesia dan Inggris.
Selain itu, berbagai program telah dijalankan Inggris di Yogyakarta, antara lain pengembangan transportasi rendah karbon melalui program UKPACT dan FCIP, penguatan pengelolaan keuangan daerah berbasis iklim melalui Climate Finance Network, serta pengembangan ekowisata berbasis komunitas di Kulon Progo melalui program KIBAR.
Program adaptasi perubahan iklim dan ketangguhan bencana melalui SIRA juga menjadi bagian penting dari kolaborasi ini.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dominic Jermey juga menganugerahkan Duke of Edinburgh’s International Award kepada 62 pemuda Indonesia, pada seremoni yang digelar di Pesantren Pabelan pada (9/4/2026).
Penganugerahan ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun program tersebut, secara global.
Duke of Edinburgh’s International Award dikenal sebagai program pendidikan nonformal bergengsi yang mendorong generasi muda usia 14-24 tahun untuk mengembangkan keterampilan, ketangguhan, dan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Jermey menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan.
“Ke-62 pemuda-pemudi Indonesia ini adalah sumber inspirasi. Prestasi mereka menunjukkan kekuatan komitmen, empati, dan kepemimpinan, juga kualitas yang telah diperjuangkan selama 70 tahun oleh program ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan implementasi nyata pilar People and Society dalam Kemitraan Strategis antara Inggris dan Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan hubungan antarbangsa.
Presiden Komisaris Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia, Nadjib Riphat Kesoema, turut menyampaikan apresiasinya terhadap capaian para peserta.
“Penerima penghargaan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah umum hingga lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Pesantren Pabelan,” beber Nadjib.
“Bersama-sama, kita sedang membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan global yang penuh kepercayaan diri, karakter, dan tujuan,” imbuhnya.

Salah satu pemudi berprestasi penerima penghargaan Gold Award dari Pabelan, Magelang, Fathia Sari Nurhaniya, mengaku senang sekali menerima penghargaan tersebut.
“Senang banget, Alhamdulillah bisa ketemu Duta Besar Inggris secara langsung, juga ketemu teman-teman baru. Jadi kedepan targetnya dari pengalaman hari ini, dari jurni-jurni kemaren bisa jadi pembelajaran untuk kedepannya,” kata Fathia.

Selain itu, pemuda berprestasi yang juga menerima penghargaan Gold Award dari Purna Paskibraka SMA 2 asal Bandung, Dennis Sapta, mengatakan bangga atas pencapaian yang telah diterimanya.
“Senang juga bangga atas capaian ini, saya sudah melakukan ini selama 2 tahun kebelakang. Keluarga dan orang-orang sekitar juga mendukung, prosesnya sangat struggle ya, yang bikin saya menantang diri saya sendiri,” ucap Dennis.(*)
Penulis : Elis
