INTENS PLUS – YOGYAKARTA. MPX Indonesia kembali menggelar pameran inovasi material dan solusi bangunan modern bertajuk IMPACT+ Yogyakarta 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/4/2026) di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center dan menjadi ajang strategis dalam menampilkan tren terbaru di industri konstruksi dan arsitektur.
Pameran ini menghadirkan berbagai teknologi, produk unggulan, serta inovasi material bangunan yang relevan dengan kebutuhan konstruksi modern. Selain itu juga menjadi wadah kolaborasi bagi para profesional, mulai dari arsitek, kontraktor, developer, hingga akademisi untuk saling bertukar wawasan dan membangun jejaring.
Even Manajer MPX Indonesia, Antonius Yan Halim, mengatakan bahwa penyelenggaraan IMPACT+ di Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian roadshow yang digelar di berbagai kota di Indonesia sepanjang tahun.
“Ini adalah kali ketiga kami hadir di Jogja. Tahun ini kami membawa identitas baru MPX. Yogyakarta menjadi salah satu kota penting karena pertumbuhan sektor properti dan pariwisatanya yang pesat, serta banyaknya profesional di bidang arsitektur dan konstruksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang menggabungkan konsep desain, teknologi, dan keberlanjutan dalam satu platform.
“Pameran kali ini, dirancang sebagai acara komprehensif yang mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pameran building material, hybrid talk show, hingga sesi business networking,” ungkap Anton.
Anton melanjutkan, ada hybrid talk show yang digelar dalam acara ini juga disiarkan secara daring, sehingga dapat menjangkau audiens lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga hingga mancanegara.

Selain itu, sesi networking mempertemukan pelaku industri seperti kontraktor dan developer dengan principal brand yang menyediakan berbagai solusi material bangunan.
“Sebanyak 22 vendor ambil bagian dalam pameran ini dengan membawa produk dan teknologi terbaru. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai asosiasi profesi, seperti INKINDO, IAI, REI, serta GAPENSI,” lanjutnya.
Menurut Antonius, keterlibatan asosiasi sangat penting dalam menghubungkan kebutuhan para profesional dengan produk dan teknologi dari berbagai brand.
“INKINDO misalnya, berisi para konsultan yang memiliki kebutuhan besar terhadap material konstruksi. Di sinilah kami menciptakan sinergi antara asosiasi, brand, dan pasar,” jelasnya.
Dalam pameran ini, produk flooring dan roofing menjadi kategori yang paling banyak ditampilkan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan proyek konstruksi yang umumnya membutuhkan material tersebut dalam skala besar.
Meski demikian, Ia juga menghadirkan beragam produk lain seperti smart home system, cat, aluminium, hingga berbagai jenis pintu, baik baja maupun aluminium.
Produk pintu baja menjadi salah satu solusi yang diminati karena keunggulannya dalam hal ketahanan terhadap cuaca, daya tahan tinggi, serta harga yang relatif terjangkau untuk kebutuhan perumahan.
IMPACT+ Yogyakarta 2026 juga menyoroti tingginya kebutuhan material untuk sektor residensial, yang menjadi penyumbang terbesar dalam permintaan pasar.
Antonius menjelaskan bahwa sinergi dengan asosiasi seperti REI turut mendukung program pembangunan perumahan, termasuk program pemerintah dalam penyediaan hunian.
“Area residensial menjadi pasar terbesar. Produk-produk yang mendukung pembangunan rumah, seperti pintu, flooring, dan roofing, memiliki permintaan yang sangat tinggi,” katanya.
Meski industri konstruksi terus berkembang, pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa kenaikan harga material. Hal ini berdampak pada jumlah partisipasi brand dalam pameran tahun ini.
“Biasanya di Jogja bisa mencapai 40 brand, tahun ini sekitar 25 brand. Kenaikan harga material membuat beberapa pelaku industri kesulitan dalam distribusi,” ungkap Antonius.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran tetap penting sebagai upaya menjaga pergerakan ekonomi di sektor konstruksi dan arsitektur.
Melalui pameran ini, MPX Indonesia berharap masyarakat dapat lebih memahami perkembangan teknologi dan desain dalam dunia konstruksi.
“Acara ini kami hadirkan agar masyarakat Jogja dan sekitarnya bisa update teknologi dan desain terbaru, baik untuk pembangunan rumah maupun proyek lainnya,” ujarnya.
IMPACT+ Yogyakarta 2026 digelar selama satu hari, mulai pukul 13.00 hingga 20.00 WIB, dengan harapan dapat menarik antusiasme tinggi dan kembali hadir di Yogyakarta pada tahun-tahun mendatang.
Adapun brand-brand terpilih yang dihadirkan pada event ini antara lain, Frantinco, Tegola Canadese, Jung, Valentino Group, Alphamax, Kencana, Solahart, Architech, Miraco, Maxxiroof, Onna, Tirai Gulung, Sukses Expamet, Duma, Flexitile, Karindo, Handyman, Dr Shield, Xingfa, Seeton, Fumira, dan Artisan Rugs.(*)
Penulis : Elis
