INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bidang Digital Marketing tahun 2026 menjadi bukti bahwa kompetensi siswa vokasi kini tidak lagi berhenti pada kemampuan membuat konten.
Lebih dari itu, para peserta ditantang untuk menguasai strategi penjualan secara nyata melalui berbagai simulasi yang mendekati dunia kerja sesungguhnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026 ini menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik. Para siswa tidak hanya dituntut kreatif dalam membuat konten digital, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan pelanggan, membaca kebutuhan pasar, hingga melakukan simulasi transaksi penjualan.
Ketua Asosiasi Komunitas Sales Indonesia, sekaligus juri dalam kegiatan ini, Indra Hadiwidjaja, mengatakan bahwa ajang ini menjadi momentum penting dalam mencetak talenta sales muda yang siap bersaing di dunia kerja.
“KOMISI sebagai komunitas sales akan all-out mendukung setiap upaya penciptaan sales muda. LKS menjadi ruang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan menjual yang nyata,” ungkapnya. Minggu (12/4/2026).
Senada dengan itu, Store Manager AZKO serta Founder Takon Pakar Edutainment, juga Koordinator Vokasi KOMISI, Sekar Tyas Nareswari, menilai bahwa kompetisi ini telah berkembang menjadi simulasi dunia kerja yang utuh dan komprehensif.
“Peserta tidak hanya dinilai dari kualitas konten yang dibuat, tetapi juga dari kemampuan mereka membaca pasar, menyusun strategi, hingga menghasilkan respons dari customer. Jadi yang dinilai bukan sekadar bagus, tapi apakah bisa ‘jualan’,” jelasnya.
Keterlibatan industri dalam ajang ini turut memperkaya pengalaman peserta. Perwakilan Yamaha, Hadrianus Andri Fistulariyanto, yang juga menjadi juri, menyebut bahwa produk seperti Yamaha Aerox dan Yamaha Fazzio dihadirkan sebagai media pembelajaran langsung.
“Peserta dapat memanfaatkan produk tersebut dalam role play, pembuatan konten, hingga live selling. Dengan begitu, pengalaman yang didapat benar-benar mendekati kondisi di lapangan,” ujarnya.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, dan berlangsung di showroom Yamaha Sumber Baru Motor.
Salah satu tantangan utama dalam LKS tahun ini adalah sesi live selling melalui platform TikTok selama satu jam. Dalam sesi ini, peserta harus mampu berinteraksi langsung dengan audiens sambil mempromosikan produk secara real time.
Kemampuan komunikasi, improvisasi, serta strategi penjualan diuji dalam situasi yang dinamis.
Peserta juga dituntut mampu membangun engagement dan mendorong terjadinya transaksi, meskipun dalam bentuk simulasi.
Selain itu, peserta juga menjalani penilaian dari berbagai aspek lain, seperti presentasi hasil riset pasar, penyusunan strategi marketing, fdan pemanfaatan fitur TikTok Ads untuk meningkatkan performa konten.
Tidak kalah penting, sesi role play di showroom menjadi bagian krusial dalam penilaian. Dalam simulasi ini, peserta berperan sebagai tenaga penjual yang melayani pelanggan secara langsung dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).
“Melalui simulasi tersebut, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan komunikasi, tetapi juga strategi dalam mengarahkan percakapan hingga tercapai keputusan pembelian secara simulatif,” tambah Sekar.(*)
Penulis : Elis
