Entertainment Headline

Dibayar Rp170 Miliar, Penampilan Justin Bieber di Coachella 2026 Dinilai Tak Maksimal

INTENS PLUS – JAKARTA. Penampilan Justin Bieber sebagai headliner di Coachella 2026 pada Sabtu malam (11/4/2026) waktu setempat, menjadi salah satu momen paling menyita perhatian publik. Bukan hanya karena ini menjadi panggung comeback sang bintang pop dunia, tetapi juga karena konsep pertunjukan yang dinilai jauh dari ekspektasi, terlebih dengan bayaran fantastis yang disebut mencapai USD 10 juta atau sekitar Rp170 miliar.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi debut Bieber sebagai headliner utama Coachella, sebuah festival musik bergengsi yang digelar di Empire Polo Club, Indio, California.

Namun, alih-alih menghadirkan pertunjukan megah dengan tata panggung spektakuler seperti yang biasa ditampilkan musisi kelas dunia, Bieber justru memilih konsep minimalis yang memicu beragam reaksi.

Di atas panggung utama, Justin Bieber tampil dengan gaya santai mengenakan hoodie dan celana pendek. Tidak ada penari latar, pergantian kostum, maupun properti panggung yang mencolok.

Ia membuka penampilan dengan membawakan lagu-lagu dari album terbarunya seperti Swag dan Swag II, termasuk “All I Can Take”, “First Place”, hingga “Butterflies”.

Namun, momen yang paling mencuri perhatian justru terjadi saat Bieber memasuki segmen nostalgia. Ia terlihat duduk di atas panggung sambil membuka laptop MacBook dan memutar video musik lamanya melalui platform YouTube.

Sambil memutar video tersebut, Bieber menyanyikan lagu-lagu hits lawasnya seperti “Baby”, “Favorite Girl”, “That Should Be Me”, hingga “Never Say Never”. Tak jarang, ia hanya menyanyikan sebagian lagu untuk menghindari potensi pelanggaran hak cipta dari video yang diputar.

Aksi ini membuat suasana konser berubah menjadi seperti karaoke massal, di mana puluhan ribu penonton ikut bernyanyi bersama mengikuti video yang ditampilkan di layar raksasa.

Kesederhanaan konsep tersebut semakin terasa ketika koneksi internet di atas panggung sempat mengalami gangguan. Video yang diputar mengalami buffering, membuat Bieber spontan melontarkan komentar, “WiFi, man, come on!”

Alih-alih merusak suasana, momen tersebut justru disambut tawa penonton dan menjadi viral di media sosial. Banyak yang menganggap kejadian tersebut sebagai bukti bahwa penampilan Bieber terasa lebih “apa adanya” dan manusiawi dibanding konser pop pada umumnya.

Penampilan Bieber juga tak lepas dari perbandingan dengan headliner lain, seperti Sabrina Carpenter yang tampil sehari sebelumnya dengan konsep megah, lengkap dengan properti panggung, visual spektakuler, dan koreografi yang terstruktur.

Perbedaan kontras ini memicu kritik dari sebagian penonton dan netizen. Banyak yang menilai penampilan Bieber terlalu sederhana dan tidak sebanding dengan bayaran yang diterimanya.

Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut bahwa Bieber “hanya duduk dan memutar YouTube”, sementara artis lain menghadirkan produksi besar dengan persiapan matang.

Meski menuai kritik, tidak sedikit pula penggemar yang membela konsep yang diusung Bieber. Mereka menilai penampilan tersebut sebagai bentuk kejujuran dan kedekatan emosional dengan penggemar.

Bagi sebagian Beliebers, segmen YouTube yang menampilkan perjalanan karier Bieber dari masa awal hingga sekarang justru menjadi bagian paling menyentuh. Momen tersebut dianggap sebagai refleksi perjalanan panjangnya, dari seorang remaja yang viral di internet hingga menjadi salah satu bintang pop terbesar di dunia.

Bahkan, penyanyi Katy Perry turut menanggapi aksi tersebut dengan candaan, mengomentari penggunaan YouTube Premium agar tidak terganggu iklan saat konser berlangsung.

Penampilan ini menjadi semakin spesial karena menandai kembalinya Justin Bieber ke panggung besar setelah vakum sejak 2022. Saat itu, ia didiagnosis mengidap Ramsay Hunt Syndrome yang sempat menyebabkan kelumpuhan pada sebagian wajahnya.

Sejak saat itu, Bieber mengurangi aktivitas panggung dan fokus pada pemulihan. Coachella 2026 menjadi momentum penting bagi dirinya untuk kembali berinteraksi dengan publik secara langsung.

Dalam penampilannya, ia juga menghadirkan sejumlah musisi tamu seperti Tems, Wizkid, dan The Kid LAROI yang turut memeriahkan suasana.
Dengan total sekitar 34 lagu yang dibawakan selama lebih dari 90 menit, Justin Bieber sebenarnya menghadirkan setlist yang cukup padat. Ia memadukan materi baru dengan deretan hits lama yang membesarkan namanya.

Namun, keputusan untuk mengemas lagu-lagu tersebut dalam konsep minimalis menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia berhasil menghadirkan pengalaman yang intim dan berbeda.

Di sisi lain, ekspektasi publik terhadap pertunjukan besar di panggung Coachella membuat penampilannya dinilai kurang maksimal.

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang pasti: penampilan Justin Bieber di Coachella 2026 berhasil mencuri perhatian dunia dan menjadi salah satu momen paling dibicarakan dalam festival musik tahun ini.(*)

Penulis: FDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *