INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meminta agar informasi layanan pengaduan SAPa 129 ditampilkan secara jelas di area Stasiun Tugu Yogyakarta.
Hal tersebut disampaikan saat ia melakukan pemantauan fasilitas ramah ibu dan anak di stasiun tersebut, Arifatul mengusulkan pemasangan videotron atau running text yang memuat informasi nomor pengaduan bagi penumpang yang melihat atau mengalami kekerasan serta pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.
“Kalau ada videotron atau running text, tolong juga disampaikan bila penumpang melihat atau mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, bisa melaporkan ke nomor mana,” ujar Arifatul. Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, Kementerian PPPA bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kota Yogyakarta telah menyediakan berbagai kanal aduan bagi korban maupun saksi pelecehan seksual.
“Kami punya layanan SAPa 129. Cukup ditelepon 129, kami akan melakukan pendampingan,” katanya.
Selain melalui sambungan telepon, laporan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 0811-1129-129, khususnya bagi korban atau saksi yang tidak dapat berbicara langsung karena pelaku berada di dekatnya.
Dalam kunjungannya, Menteri PPPA meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan penumpang di Stasiun Tugu Yogyakarta, mulai dari ruang tunggu, ruang laktasi, area bermain anak, hingga lounge.
Ia juga menyempatkan diri menyapa para penumpang, terutama ibu, anak, dan lansia.
Arifatul turut mengapresiasi, inovasi Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang dinilai membantu penumpang perempuan memilih tempat duduk agar merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan.
“Fitur ini memberikan rasa aman bagi penumpang perempuan karena dapat mengetahui posisi tempat duduk penumpang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pihaknya berkomitmen dalam menciptakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan serta anak.
“Saat ini, kami telah menyediakan ruang laktasi di 15 stasiun pelayanan penumpang, ruang bermain anak di empat stasiun besar, yakni Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, dan Purwosari, serta pos kesehatan yang didukung 35 tenaga medis dan 51 rumah sakit mitra KAI,” ungkapnya.
Untuk mencegah dan menangani pelecehan seksual, Ia menyebut, juga menyediakan berbagai kanal pelaporan cepat, termasuk petugas stasiun, kondektur, dan Contact Center 121.
“Petugas keamanan kami aktif melakukan penyisiran rutin di setiap rangkaian kereta untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang,” jelas Feni.
Feni menambahkan, akan menerapkan sanksi tegas berupa blacklist hingga 20 tahun bagi pelaku kejahatan seksual di lingkungan kereta api.
“Kami berkomitmen menjadikan perjalanan kereta api sebagai ruang yang aman dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan, ibu, dan anak,” ucap Feni.(*)
Penulis : Elis
