Pendidikan Yogyakarta

Universitas Atma Jaya Yogyakarta Tambah Dua Guru Besar Teknik Industri, Total Kini 23

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mencatatkan capaian akademik penting dengan mengukuhkan dua Guru Besar baru dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). Prosesi pengukuhan digelar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas di Gedung Student Center Slamet Rijadi, Yogyakarta. Selasa (13/01/2026).

Dua akademisi yang resmi menyandang predikat Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. dan Prof. Dr.Eng. Ir. Ririn Diar Astanti, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.

“Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta kini mencapai 23 orang, sementara Fakultas Teknologi Industri menjadi penyumbang terbesar dengan total 10 Guru Besar, terdiri dari 5 Guru Besar Teknik Industri dan 5 Guru Besar Teknik Informatika,” ungkap Sri Nurhartanto, Rektor UAJY saat di wawancara 

Sri menilai, bahwa pendekatan keilmuan kedua Guru Besar ini akan memperkuat pengembangan disiplin Teknik Industri UAJY.

“Prof. Parama menegaskan pentingnya supply chain yang sederhana namun berkelanjutan, sementara Prof. Ririn menunjukkan bagaimana data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan industri. Keduanya memperkaya khazanah keilmuan Teknik Industri UAJY,” ujarnya.

Sri menegaskan, penambahan Guru Besar tidak hanya menjadi pencapaian personal dosen, tetapi juga amanah institusional untuk memperkuat mutu pendidikan dan riset.

Ia menambahkan bahwa UAJY akan terus mempercepat transformasi akademik dan mendorong seluruh program studi meraih akreditasi internasional agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, Ia juga mencatat perkembangan positif pada Program Studi Kedokteran yang kini memasuki semester kedua. 

“Dan dari laporan Warek satu sudah lebih dari 10 mahasiswa telah diterima, dan kampus optimistis dapat memenuhi target pemerintah sebanyak 50 mahasiswa pada tahun akademik 2026–2027,”

Menurutnya, dengan bertambahnya dua Guru Besar baru, Fakultas Teknologi Industri semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan akademik utama UAJY. 

“Kehadiran lima Guru Besar Teknik Industri dan lima Guru Besar Teknik Informatika diharapkan semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia industri,” ujarnya.

“Dengan bertambahnya Guru Besar di Kampus in, menegaskan komitmennya kami untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, relevan dengan kebutuhan zaman, berdampak bagi masyarakat, dan tetap berpijak pada nilai integritas, inklusivitas, dan humanisme,” tambahnya.

Selanjutnya, prosesi pengukuhan ditandai dengan pengalungan samir dan penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Senat Akademik Universitas bersama Rektor.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Human-Centric Supply Chain: Paradigma bagi Ketangguhan, Keberlanjutan, dan Keunggulan Operasional,” Prof. Parama Kartika Dewa menyoroti pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat dalam sistem rantai pasok modern.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital tidak boleh menggesampingkan peran manusia sebagai pengambil keputusan.

“Teknologi memang penting, tetapi manusia tetap menjadi pusat dari pengambilan keputusan. Supply chain yang kuat bukan hanya yang canggih secara digital, melainkan yang mampu memberdayakan manusia di dalamnya,” paparnya.

Menurutnya, paradigma supply chain yang human-centric akan memperkuat ketangguhan industri serta memastikan keberlanjutan operasional di tengah perubahan global.

Sementara itu, Prof. Ririn Diar Astanti menyampaikan pidato pengukuhan bertajuk “Metode Klasik dan Teknologi Kontemporer dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Industri Berbasis Data: Refleksi Keilmuan, Arah, dan Tantangan”.

Ia menekankan bahwa metode klasik Teknik Industri masih relevan dan semakin kuat ketika dipadukan dengan teknologi dan pengolahan data modern.

“Industri masa kini membutuhkan pengambilan keputusan yang presisi, cepat, dan berbasis pada data yang valid agar mampu menjawab tantangan efisiensi dan daya saing,” jelasnya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *