Edukasi Yogyakarta

GIK UGM Hadirkan Pameran “Datang” dan Diskusi “Rasan-rasan” di Galeri Bulaksumur

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghidupkan ruang seni dan diskursus kreatif di awal 2026 melalui dua agenda utama bertajuk “Datang” dan “Rasan-rasan”. Rangkaian kegiatan ini akan digelar pada 13 – 18 Februari 2026 di Galeri Bulaksumur GIK UGM, Yogyakarta.

Program tersebut menjadi kelanjutan dari berbagai aktivasi seni yang sebelumnya diselenggarakan di lingkungan GIK UGM, sekaligus menandai fase awal perjalanan Galeri Bulaksumur sepanjang 2026. 

Melalui dua agenda ini, GIK UGM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang apresiasi seni yang terbuka bagi publik, akademisi, serta pelaku industri kreatif.

Head Experience GIK UGM, Gilang, menyampaikan bahwa penyelenggaraan program Galeri Bulaksumur tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berbeda dari tahun lalu yang diselenggarakan dalam waktu dua minggu, tahun ini akan diselenggarakan dalam satu bulan. Dan tahun ini kami melanjutkan dengan dua acara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni Datang dan Rasan-rasan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jogja Padel Jalan Soragan No.29, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, kedua agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Galeri Bulaksumur bertajuk Mampir,  Rasan-rasan,  Datang, Pulang. Dalam struktur tersebut, “Datang” dan “Rasan-rasan” diposisikan sebagai fase pembuka yang menekankan aspek pertemuan, dialog, serta pertukaran gagasan lintas disiplin.

Agenda “Datang” akan berlangsung selama 13 – 18 Februari 2026 dengan menghadirkan pameran seni rupa dari 11 seniman lintas kota, di antaranya berasal dari Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Pameran ini menampilkan sekitar 20 hingga 30 karya seni dengan beragam medium.

Beberapa medium yang ditampilkan meliputi art print, silkscreen, fotografi, hingga karya berbasis digital, yang merepresentasikan praktik seni kontemporer dengan pendekatan visual dan teknologi yang beragam.

“Di Galeri Bulaksumur akan dipamerkan sekitar 20 hingga 30 karya dari 11 seniman. Untuk daftar senimannya masih kami rahasiakan dan akan segera kami informasikan,” kata Gilang.

Melalui pameran “Datang”, Galeri Bulaksumur diposisikan sebagai ruang penyambutan, tempat publik diajak untuk hadir, mengamati, dan memulai percakapan baru seputar isu serta praktik seni rupa kontemporer.

“Rasan-rasan” Angkat Diskusi Seni, Desain, dan Kecerdasan Buatan

Sementara itu, agenda “Rasan-rasan” akan digelar pada 13 – 14 Februari 2026. Program ini menghadirkan rangkaian diskusi dan workshop yang membahas isu-isu seni, desain, dan pendidikan, dengan fokus pada perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam praktik kreatif masa kini.

Gilang menjelaskan, diskusi “Rasan-rasan” akan mengulas perubahan pola kerja industri desain kreatif akibat kehadiran teknologi AI, ditinjau dari berbagai perspektif, mulai dari akademisi hingga praktisi industri.

Selain diskusi, sesi workshop juga akan digelar dengan tema optimalisasi kecerdasan buatan dalam industri desain, khususnya pada bidang arsitektur dan interior. Workshop ini akan dipandu oleh mentor berpengalaman yang aktif di bidangnya.

Kolaborasi antara GIK UGM dan Sedekat Imaji dalam rangkaian program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Galeri Bulaksumur tidak hanya difungsikan sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai simpul pertemuan antara dunia akademik, praktik seni, teknologi, dan masyarakat.

“Melalui penyelenggaraan pameran “Datang” dan diskusi “Rasan-rasan”, kami berharap Galeri Bulaksumur dapat terus menjadi ruang kuratorial yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat pertukaran gagasan kreatif dan inovatif,” kata Gilang.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *