Headline Yogyakarta

Gerakan Jogja Cling, Digelar Serentak di 14 Kemantren

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama jajaran TNI kembali menguatkan komitmen menjaga kebersihan kota melalui Gerakan Jogja Cling yang digelar serentak di 14 kemantren se-Kota Yogyakarta. 

Kegiatan launching digelar di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) dan dihadiri langsung Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bersama Komandan Kodim 0734 Kota Yogyakarta Arif Setiyono.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, Gerakan Jogja Cling bukan sekadar agenda simbolis, melainkan gerakan kolektif yang telah berjalan sejak 2025 dan terus berlanjut hingga 2026.

Ia mengapresiasi kepada Kodim 0734 Kota Yogyakarta yang dinilai konsisten mengawal program kebersihan tersebut.

“Sejak 2025 keterlibatan Forkopimda turut nyengkuyung kegiatan bersih-bersih lingkungan yang berawal dari penanganan persoalan sampah. Ini bentuk kegotongroyongan untuk kebersihan Kota Jogja,” ujar Hasto. Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, keberlanjutan program ini menunjukkan bahwa Jogja Cling dirancang secara terencana dan berkesinambungan, bukan kegiatan sesaat. Ia bahkan menginginkan gerakan ini menjangkau seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

“Saya selalu sampaikan jangan ada sampah dan jangan ada rumput liar. Itu kita bersihkan rutin di 14 titik. Semua turun. Ini korve yang bisa menyelesaikan masalah,” ucapnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo | Foto : Elis

Selain seremoni peluncuran, kegiatan ini juga dirangkai dengan kerja bakti massal yang menyasar 14 titik lokasi berbeda di seluruh kemantren. Aparatur pemerintah, TNI, serta masyarakat turun bersama membersihkan sampah dan rumput liar di lingkungan permukiman maupun fasilitas publik.

Sementara itu, Komandan Kodim 0734 Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono mengatakan, pelaksanaan Jogja Cling sepanjang 2025 telah memberi dampak positif dalam membangun kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan.

Memasuki tahun 2026, program ini akan digelar sepanjang Maret hingga Desember dengan fokus tambahan pada penataan dan pembersihan trotoar.

“Sebagaimana menjadi prioritas Pak Wali, tahun 2026 kita ingin menyentuh sisi trotoar yang akan kita kembalikan menjadi hak pejalan kaki, termasuk membersihkannya dari sampah non-organik maupun rumput liar,” jelasnya.

Trotoar dinilai sebagai ruang publik yang harus dijaga kebersihan dan fungsinya. Dengan penataan yang lebih rutin, diharapkan wajah Kota Yogyakarta semakin tertib, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki.

Gerakan Jogja Cling akan dilaksanakan setiap minggu dengan sistem bergilir di 14 kemantren. Penentuan lokasi sasaran dilakukan melalui koordinasi antara Kodim 0734 dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Skema ini diharapkan mampu menjaga konsistensi program sekaligus memastikan seluruh wilayah Kota Yogyakarta tersentuh kegiatan kebersihan secara berkala.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Gerakan ini saya harap mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di Kota Yogyakarta,” tutupnya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *