Pendidikan Yogyakarta

PRIMA DMI Yogya Latih Remaja Masjid Jadi Content Creator Islami Jelang Ramadhan

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia Kota Yogyakarta (PRIMA DMI Kota Yogyakarta) bekerja sama dengan BAZNAS Kota Yogyakarta menggelar Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan remaja masjid agar mampu berperan aktif sebagai content creator Islami di era digital. Bootcamp tersebut dilaksanakan pada Sabtu,(14/2/2026), bertempat di Ghra Pandawa Balaikota Yogyakarta.

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai masjid di Kota Yogyakarta, serta sejumlah perwakilan remaja masjid dari Kabupaten Sleman dan Bantul. Mereka terdiri dari pengelola media masjid, remaja masjid, hingga generasi muda yang memiliki minat pada dakwah berbasis media sosial.

Ketua Umum PD DMI Kota Yogyakarta, Muhaimin, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Ramadhan sekaligus upaya menjawab tantangan dakwah di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, remaja masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Hari ini kita mempersiapkan remaja masjid agar mampu mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan masjid melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube,” ungkap Muhaimin pada keterangan, Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan bersifat praktis dan aplikatif, sehingga dapat langsung diterapkan di masjid masing-masing selama bulan Ramadhan.

Dalam Islamic Creator & Live Streaming Bootcamp ini, peserta mendapatkan beberapa materi utama, antara lain pelatihan Islamic Content Creator, sharing pengelolaan media masjid bersama Masjid Jogokariyan, serta pelatihan teknis live streaming YouTube.

Materi content creator difokuskan pada cara mendokumentasikan kegiatan masjid dengan peralatan sederhana, kemudian mengemasnya menjadi konten yang singkat, padat, dan menarik. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi populer seperti Canva dan CapCut untuk mendukung produksi konten visual.

Ketua Umum PD DMI Kota Yogyakarta, Muhaimin | Foto : Elis

Sementara itu, pelatihan live streaming diarahkan untuk mendukung siaran langsung berbagai kegiatan Ramadhan, mulai dari kajian Subuh, kajian Dzuhur, buka puasa bersama, hingga salat Tarawih. Dengan dokumentasi dan siaran yang baik, kegiatan masjid diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Muhaimin menjelaskan bahwa konten digital yang menarik dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid.

“Banyak masjid di sekitar rumah masyarakat, tetapi kegiatannya tidak diketahui. Ketika ditampilkan di media sosial dengan cara yang menarik, orang akan lebih tertarik datang dan terlibat,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan digital ini juga efektif untuk menjangkau generasi Z yang selama ini dinilai cukup sulit diajak meramaikan masjid. Melalui visualisasi kegiatan yang positif dan inspiratif, masjid dapat tampil lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Sebagai tindak lanjut, peserta bootcamp diberi tugas untuk mengunggah hasil karya konten mereka di media sosial masing-masing. Konten tersebut diminta untuk menandai akun BAZNAS Kota Yogyakarta, PRIMA DMI Kota Yogyakarta, DMI Kota Yogyakarta, serta Info Kajian Jogja yang memiliki basis pengikut cukup besar.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi kegiatan masjid. “Kalau hanya satu masjid yang membagikan konten, jangkauannya terbatas. Dengan kolaborasi, kegiatan masjid bisa dikenal lebih luas dan jamaah semakin banyak,” kata Muhaimin.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan menjelang Ramadhan, PRIMA DMI Kota Yogyakarta juga menargetkan program ini berkelanjutan. Pasca Ramadhan, pihaknya berencana membuka rekrutmen anggota di setiap kemantren untuk membentuk cabang PRIMA DMI se-Kota Yogyakarta.

“Target kami, pada tahun 2026 nanti akan dilakukan pelantikan serentak pengurus PRIMA DMI di tingkat kemantren. Ini bagian dari kaderisasi remaja masjid agar terus berlanjut hingga ke jenjang Dewan Masjid Indonesia,” jelas Muhaimin.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *