INTENS PLUS – JAKARTA. PT MRT Jakarta akan melakukan revitalisasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, secara bertahap. Sebanyak 334 tenant aktif yang saat ini beroperasi di kawasan tersebut akan terdampak proses pembangunan dan dipindahkan sementara.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, pemindahan tenant menjadi bagian dari tahapan transformasi Blok M Hub fase ultimate. Revitalisasi dilakukan untuk mengubah Blok M menjadi kawasan yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).
“Ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini,” kata Tuhiyat, Rabu (7/10/2026).
Menurut Tuhiyat, revitalisasi tidak dilakukan sekaligus. MRT Jakarta akan mengerjakan pembangunan secara bertahap agar aktivitas masyarakat dan kegiatan komersial di Blok M tetap dapat berjalan.
Dalam konsep fase ultimate, kawasan Blok M akan dikembangkan hingga 10 kali lebih besar dibandingkan kondisi saat ini. Sementara itu, ruang terbuka publik akan diperluas hingga lima kali lipat.
Transformasi Blok M mencakup lima bagian utama, yakni revitalisasi Terminal Blok M, pengembangan kawasan mixed use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi antarmoda, pembangunan destinasi komersial baru, serta penambahan ruang terbuka publik.
Terminal, kawasan retail, dan podium ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2029. Setelah itu, pengembangan kawasan mixed use, akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Tuhiyat mengatakan revitalisasi juga dilakukan, untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan Blok M yang kini telah berusia 34 tahun.
“Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini,” ujar Tuhiyat.
Meskipun mengalami perubahan besar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar revitalisasi tetap mempertahankan karakter Blok M sebagai ruang berkumpul masyarakat, khususnya anak muda.
“Karakter tersebut menjadi kekuatan utama Blok M yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul, berburu kuliner, dan mengikuti berbagai tren,” sebutnya.(*)
Penulis : FDA
