INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Putri Kraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi, mengajak dua pejabat teras Prefektur Kyoto, Jepang, yakni Ketua Dewan Prefektur Kyoto Ryuzo Aramaki dan Wakil Gubernur Kyoto Furukawa Hironori, menikmati santapan gudeg khas Jogja. Gudeg Ibukota yang berada di sebuah warung lesehan sederhana di Jalan Solo, Yogyakarta, Selasa (4/11) malam.
Alih-alih menyuguhkan jamuan resmi di restoran mewah, GKR Mangkubumi justru memilih Warung Gudeg Ibukota, sebuah warung kaki lima yang sudah lama terkenal dengan sajian otentiknya.
Jamuan berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB dan menghadirkan suasana hangat khas Jogja di pinggir jalan, lengkap dengan alunan pengamen dan riuh kendaraan.
Sebelumnya, rombongan Pemerintah Prefektur Kyoto diterima secara resmi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 40 tahun kerja sama antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Prefektur Kyoto.
Dalam jamuan tersebut, GKR Mangkubumi tampak duduk lesehan bersama para tamu Jepang tanpa meja dan kursi, hanya beralaskan tikar. Anehnya, suasana sederhana itu justru membuat pertemuan terasa makin hangat dan akrab.
“Ya simpel aja karena saya beberapa kali makan di sini. Saya ngajak mereka untuk merasakan makanan yang lokal banget dan sekaligus gudeg ini kan makanan tradisi Jogja,” ungkap GKR Mangkubumi pada keterangan dikutip, sabtu (8/11/2025).
Rombongan Kyoto menikmati gudeg lengkap dengan lauk paha ayam dan telur bacem. Mereka terlihat antusias menyantap suguhan tradisional yang menjadi ikon kuliner Yogyakarta.
Wakil Gubernur Kyoto, Hironori Furukawa, menyampaikan apresiasi atas hubungan baik antara Kyoto dan Yogyakarta yang telah terjalin selama empat dekade. Ia menilai bahwa budaya Jawa memiliki banyak kesamaan dengan budaya Jepang, terutama dalam penghormatan terhadap alam, tata krama, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Furukawa berharap kerja sama kedua daerah dapat berkembang lebih luas, termasuk dalam bidang lingkungan dan pendidikan generasi muda.
Pemilik Warung Gudeg Ibukota, Murtijah, mengaku terkejut warungnya dipilih sebagai tempat jamuan bagi pejabat Jepang. Ia mengungkapkan bahwa putri-putri Keraton memang beberapa kali makan di warungnya, namun baru kali ini kedatangan tamu internasional.
“Kalau dari keluarga Keraton, terutama putri-putri Keraton, memang sering makan di sini. Tapi kalau sampai pejabat Jepang diajak ke sini, saya juga kaget,” tuturnya.
Murtijah menyebut, menu yang paling banyak dipesan malam itu adalah gudeg dengan lauk paha ayam dan telur bacem.
“Senang sekali bisa dikunjungi sama Putri Dalem (GKR Mangkubumi), apalagi mengajak pejabat dari Jepang. Pokoknya maturnuwun sanget kagem Gusti Mangku, kok nggih kepikiran mriki niku sing kulo rasane mak nyes teng ati,” ujarnya.(*)
Penulis : Elis
