INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Perayaan 12 tahun Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 dipastikan akan berlangsung meriah. Mengusung tema besar “Celebrate The Joy”, festival musik yang digelar di pelataran megah Candi Prambanan ini mengumumkan dua nama besar sebagai headliner utama: Michael Learns To Rock untuk hari pertama dan NIKI untuk hari kedua.
Keduanya akan tampil pada 3-4 Juli 2026, menghadirkan perpaduan nostalgia internasional dan kebanggaan talenta Indonesia yang telah mendunia. Kehadiran Michael Learns To Rock (MLTR) menjadi kejutan besar bagi para pencinta musik lintas generasi.
“Prambanan Jazz Festival tahun ini mengeksplorasi harmoni baru dengan menyulap pelataran candi menjadi sebuah ruang tamu yang besar. Sebuah tempat bagi tiga generasi untuk bertemu, berbagi hangat, dan merayakan sukacita bersama,” ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival pada keterangan, Selasa (3/4/2026).
Anas menjelaskan, band legendaris asal Denmark ini dikenal luas lewat deretan lagu romantis yang populer di Indonesia sejak era 1990-an hingga awal 2000-an, seperti 25 Minutes, That’s Why (You Go Away), dan Sleeping Child.
Partisipasi MLTR menandai langkah ekspansi internasional PJF, setelah sukses menghadirkan konsep Golden Memories di edisi sebelumnya yang fokus pada nostalgia musisi lawas Indonesia.
“Tahun ini, eksplorasi diperluas dengan menghadirkan ikon pop global. Membuktikan festival musik ini, berkelas dunia yang tetap berakar pada kehangatan dan kebersamaan,” ucapnya.
Atmosfer romantis khas MLTR diprediksi, akan menyatu dengan latar arsitektur Candi Prambanan yang ikonik, menciptakan pengalaman konser yang tak terlupakan.
Jika hari pertama menghadirkan nostalgia internasional, maka hari kedua menjadi momentum kebanggaan nasional. NIKI, musisi Indonesia yang sukses menembus pasar global, akan menjadi headliner pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Setelah tampil di berbagai panggung internasional dan menjalani tur dunia, NIKI memilih “pulang” untuk menyapa para penggemarnya di Indonesia. Penampilannya di Prambanan Jazz 2026 disebut sebagai momen istimewa, sekaligus simbol perjalanan panjang festival yang kini memasuki tahun ke-12.
NIKI dikenal lewat lagu-lagu seperti lowkey, Every Summertime, hingga Backburner, deretan lagunya memiliki kekuatan membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton.
Perpaduan melodi lembut, lirik jujur, serta suasana magis langit malam Yogyakarta diyakini akan menjadi puncak euforia perayaan tahun ini.
“Di tahun ke-12 ini, kami ingin setiap penonton pulang dengan senyuman. NIKI adalah sosok yang tepat untuk merepresentasikan ‘Celebrate the Joy’, seorang talenta dunia yang membawa kebanggaan dan kebahagiaan luar biasa saat kembali ke rumah,” tambah Anas.
Memasuki usia ke-12, Prambanan Jazz Festival memposisikan dirinya sebagai sebuah “ruang tamu besar” yang menyambut siapa pun tanpa batasan genre maupun generasi.
Filosofi ini tercermin dari pemilihan headliner yang mampu menjembatani perbedaan usia, selera musik, hingga latar belakang budaya.
Di pelataran Candi Prambanan, jazz bukan lagi sekadar genre, melainkan semangat harmoni yang membuka ruang kolaborasi dan kebersamaan.
Musik pop internasional, indie modern, hingga sentuhan nostalgia berpadu dalam satu panggung yang sama.
Perjumpaan musisi kelas dunia dengan situs warisan budaya ini menjadikan PJF bukan sekadar festival musik, melainkan perayaan kolektif yang menggabungkan seni, sejarah, dan sukacita.(*)
Penulis : Elis
