Headline Internasional

El Mencho Tewas dalam Operasi Militer, Meksiko Dilanda Narcobloqueos di 20 Negara Bagian

INTENS PLUS – JAKARTA. Meksiko kembali diguncang gelombang kekerasan setelah gembong narkoba paling dicari, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, tewas dalam operasi militer terarah di Tapalpa, negara bagian Jalisco, Minggu (22/2). Kematian pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) itu langsung memicu aksi balasan berupa narcobloqueos atau blokade jalan oleh kelompok kriminal di sedikitnya 20 negara bagian.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Senin (23/2/2026) meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Ada koordinasi penuh dengan pemerintah semua negara bagian; kita harus tetap terinformasi dan tenang,” tulis Sheinbaum di platform X, dikutip pada, Selasa (24/2/2026)

“Kami bekerja setiap hari demi perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko,” imbuhnya.

Meski pemerintah menyatakan aktivitas berjalan normal di sebagian besar wilayah, fakta di lapangan menunjukkan eskalasi kekerasan yang meluas hanya dalam hitungan jam setelah kabar kematian El Mencho diumumkan.

Kronologi Operasi Militer di Tapalpa, Jalisco

Operasi penangkapan dilakukan pasukan khusus militer di Tapalpa, wilayah pegunungan di Jalisco yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat CJNG. Menurut Kementerian Pertahanan Meksiko, aparat mendapat perlawanan sengit dari pengawal bersenjata.

Baku tembak tak terhindarkan. Sedikitnya enam pengawal El Mencho tewas di lokasi, sementara tiga lainnya meninggal saat proses evakuasi udara menuju Mexico City. Tiga anggota pasukan khusus dilaporkan mengalami luka-luka.

El Mencho sendiri disebut mengalami luka parah dalam baku tembak tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia saat dievakuasi ke ibu kota.

Dalam operasi itu, aparat juga menyita sejumlah senjata berat, kendaraan lapis baja, serta peluncur roket anti-pesawat menunjukkan tingkat persenjataan tinggi yang dimiliki kelompok tersebut.

Gelombang Kekerasan Balasan dan Narcobloqueos

Tak lama setelah kematian pemimpin lama CJNG dikonfirmasi, kelompok yang diduga berafiliasi dengan kartel melancarkan aksi balasan di berbagai kota.

Aksi narcobloqueos dilakukan dengan membajak dan membakar bus serta truk di jalan raya, menyebarkan paku dan benda tajam di aspal, serta memblokir akses utama antar wilayah juga membakar bangunan usaha dan fasilitas publik.

Sekretaris Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, menyebut sedikitnya 25 tentara tewas dalam rangkaian kekerasan di Jalisco. Selain itu, seorang sipir penjara dan satu anggota kejaksaan negara bagian turut dilaporkan meninggal dunia.

Di sisi lain, sekitar 30 anggota organisasi kriminal yang terlibat dalam bentrokan dilaporkan tewas.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, menetapkan status peringatan merah dan membatalkan kegiatan sekolah tatap muka pada Senin guna menjaga keselamatan warga.

Dampak ke Pariwisata dan Transportasi Internasional

Dampak kekerasan tidak hanya dirasakan warga lokal, tetapi juga sektor pariwisata. Kota wisata populer Puerto Vallarta dilaporkan mengalami situasi mencekam. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan helikopter militer terbang rendah di atas kawasan hotel, sementara asap hitam membumbung dari sejumlah titik.

Beberapa wisatawan menggambarkan situasi tersebut sebagai “zona perang”.

Sejumlah maskapai internasional seperti Air Canada, United Airlines, Aeromexico, dan American Airlines dilaporkan menangguhkan penerbangan menuju wilayah terdampak.

Puluhan bank dan usaha lokal mengalami kerusakan akibat aksi pembakaran. Pertandingan sepak bola dan kegiatan publik lainnya juga ditunda demi alasan keamanan.

Siapa El Mencho dan Mengapa Dampaknya Begitu Besar?

Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu buronan paling dicari di Meksiko dan Amerika Serikat. Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan ekspansif, dengan jaringan perdagangan narkotika lintas negara.

Kematian tokoh sentral seperti El Mencho kerap memicu dua kemungkinan: fragmentasi organisasi yang memicu konflik internal, atau konsolidasi kekuatan melalui aksi kekerasan untuk menunjukkan dominasi.

Gelombang narcobloqueos di 20 negara bagian menunjukkan bahwa struktur operasional CJNG masih aktif dan mampu melakukan mobilisasi cepat meski pemimpinnya telah tiada.

Pemerintah Tegaskan Situasi Terkendali

Presiden Sheinbaum menegaskan bahwa aparat keamanan tetap siaga dan penghalang jalan telah disingkirkan pada Senin pagi. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian.

“Situasinya tenang, ada pemerintahan, ada angkatan bersenjata, dan ada banyak koordinasi,” ujarnya.

Namun, pengamat keamanan menilai hari-hari ke depan akan menjadi krusial untuk melihat apakah kekerasan mereda atau justru meningkat sebagai bagian dari perebutan kekuasaan di dalam kartel.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *