INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Biznet memaparkan capaian kinerja perusahaan di wilayah Yogyakarta dalam forum silaturahmi sekaligus buka puasa bersama wartawan yang digelar di kantor Biznet Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen menjelaskan strategi penguatan brand yang dilakukan perusahaan selama tiga tahun terakhir, serta peningkatan kepuasan pelanggan yang kini mencapai 96 persen pada 2025.
Asisten Senior Manager Territory East 1 Biznet, Ageng Prasetyo Aji, mengatakan bahwa strategi pengembangan brand dilakukan secara bertahap sejak 2023. Pendekatan ini bertujuan memperkuat posisi Biznet sebagai penyedia layanan internet yang tidak hanya dikenal luas, tetapi juga dipercaya oleh pelanggan.
Menurut Ageng, pada 2023 Biznet memfokuskan strategi pada pembangunan brand awareness, yaitu memastikan masyarakat semakin mengenal Biznet sebagai penyedia layanan internet yang andal di berbagai segmen.
“Di tahap awal kami ingin memastikan masyarakat mengenal Biznet terlebih dahulu sebagai brand penyedia internet yang berkualitas,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia melanjutkan, memasuki tahun 2024, strategi perusahaan berkembang menuju functional awareness. Pada fase ini, brandnya tidak hanya berupaya dikenal sebagai merek, tetapi juga ingin memastikan masyarakat memahami keunggulan produk dan layanan yang dimiliki.
Perusahaan mulai menekankan berbagai aspek keunggulan, seperti performa jaringan, kualitas layanan, serta manfaat nyata yang dirasakan pelanggan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Selanjutnya pada 2025, pihaknya meningkatkan strategi brand ke tingkat yang lebih mendalam dengan fokus pada tiga pendekatan utama, yakni Value Awareness, Transformation Awareness, dan Emotional Connectivity Awareness.
Ageng menjelaskan, bahwa Value Awareness bertujuan memperkuat persepsi, layanannya memberikan nilai lebih bagi pelanggan, bukan sekadar layanan internet saja.
Sementara Transformation Awareness menegaskan peran dalam mendukung transformasi digital, baik bagi individu, komunitas, maupun pelaku usaha yang semakin bergantung pada teknologi internet.
Adapun Emotional Connectivity Awareness diarahkan untuk membangun kedekatan emosional antara brand dan pelanggan sehingga tercipta kepercayaan dan rasa bangga menggunakan layanan.
“Di tahun 2025 kami ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, bukan hanya dari sisi layanan tetapi juga dari sisi emosional,” ucap Ageng yang didampingi Regional Manager RP 8 Biznet, Wasitya Dwi Anggoro.
Dalam forum tersebut, dipaparkan hasil survei brand dan kepuasan pelanggan yang dilakukan bersama lembaga riset independen.
Hasil survei menunjukkan sejumlah indikator kinerja mengalami peningkatan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa capaian yang tercatat antara lain:
- Rekomendasi pelanggan meningkat 16 persen
- Penggunaan layanan (use past) naik 15 persen
- Pelanggan yang bertahan menggunakan layanan selama 12 bulan meningkat dari 11 persen menjadi 15 persen
Meski angka total awareness sedikit turun dari 59 persen pada 2024 menjadi 57 persen pada 2025, indikator lain seperti consideration dan ever use justru mengalami peningkatan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengenalan merek relatif stabil, kualitas pengalaman pelanggan terhadap layanan semakin meningkat.
Salah satu capaian penting yang disampaikan dalam forum tersebut adalah tingkat kepuasan pelanggan yang meningkat dari 93 persen pada 2024 menjadi 96 persen pada 2025.
Menurut Ageng, hampir seluruh faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dibanding tahun lalu. Hampir seluruh faktor pendorong kepuasan pelanggan mengalami kenaikan,” ungkapnya.
Faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan tersebut meliputi:
- harga layanan internet
- kualitas customer service
- kualitas produk dan jaringan
- proses layanan
- kualitas teknisi di lapangan
Dalam aspek pricing performance, mencatat peningkatan signifikan pada beberapa indikator.
Data survei menunjukkan:
- Promosi sesuai janji meningkat dari 82 persen menjadi 89 persen
- Harga paket internet dan bundling terjangkau naik dari 81 persen menjadi 92 persen
- Kesesuaian harga dengan manfaat meningkat dari 86 persen menjadi 94 persen
- Variasi promo diskon dan cashback naik dari 66 persen menjadi 80 persen
Ageng menilai strategi harga yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam menarik pelanggan baru sekaligus menjaga loyalitas pelanggan yang sudah ada.
“Strategi pricing menjadi salah satu pendorong utama untuk akuisisi pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan eksisting,” katanya.
Selain peningkatan kepuasan pelanggan, pihaknya juga mencatat perkembangan positif pada brand salience atau kekuatan merek di benak konsumen.
Indikator Top of Mind meningkat dari 9 persen pada 2024 menjadi 14 persen pada 2025. Sementara total awareness relatif stabil di kisaran 57- 59 persen.
Untuk memperkuat posisi brand pada 2026, layanan ini juga menyiapkan roadmap komunikasi terbaru melalui berbagai kampanye digital di sejumlah platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan Facebook.
Melalui strategi tersebut, Biznet berharap dapat memperluas jangkauan komunikasi sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan di era digital.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyedia layanan internet, tetapi juga mitra transformasi digital yang relevan dan bernilai bagi masyarakat, khususnya di wilayah Yogyakarta yang terus berkembang sebagai pusat pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” tutup Ageng.(*)
Penulis : Elis
