INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Film horor Indonesia kembali menghadirkan warna berbeda lewat Setan Alas! (The Draft!). Tidak mengandalkan formula jumpscare yang lazim ditemui dalam horor arus utama, film ini menawarkan pendekatan psikologis dan reflektif yang membangun ketegangan melalui atmosfer, dialog, dan konflik antarkarakter.
Film ini menjadi perbincangan hangat, karena keberaniannya menolak pakem horor komersial yang identik dengan efek kejut mendadak. Disutradarai oleh Yusron Fuadi, yang juga Dosen Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Setan Alas! dihadirkan dengan kesadaran bahwa horor tidak selalu harus mengagetkan untuk menimbulkan rasa takut.
“Sejak awal kami sadar film horor sangat identik dengan jumpscare. Tapi kami ingin berdiri di sisi sebaliknya. Menantang kebiasaan itu dan mengajak penonton menikmati horor yang bekerja di pikiran, bukan hanya di refleks,” ujar Yusron pada press conference yang digelar di Sekolah Vokasi, UGM. Selasa (3/3/2026).
Mulai diproduksi pada 2022 dan rampung pada 2023, film berdurasi 84 menit ini memberikan ketegangan sebagai akumulasi konflik dan prasangka.
Penonton tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak merasakan rasa takut yang dihadirkan oleh karakter di dalam cerita maupun oleh ekspektasi mereka sendiri terhadap genre horor.
Sinopsis film Setan Alas!
Setan Alas! (The Draft!) mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang berbeda yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan. Liburan yang awalnya biasa berubah menjadi mimpi buruk ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius.
Alih-alih menghadirkan teror dalam bentuk sosok gaib yang dominan, film ini menampilkan ketakutan sebagai hasil dari konflik, prasangka, dan ketegangan psikologis yang terus menumpuk. Atmosfer mencekam dibangun perlahan melalui dialog, gestur, dan relasi antar karakter.
Pendekatan ini membuat horor dalam Setan Alas! terasa lebih intim sekaligus mengganggu, karena sumber ketakutan tidak selalu kasatmata.
Film ini dibintangi oleh Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Haydar Salihz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, serta mendiang Ernanto Kusumo (alm).
Menariknya, sutradara ternama Hanung Bramantyo turut tampil dalam peran yang tak terduga. Kehadiran para pemain dinilai mampu menjaga tensi cerita tanpa eksploitasi efek kejut berlebihan yang sering menjadi andalan film horor komersial.
Keberanian film ini menabrak pakem horor mainstream yang biasa ditayangkan. Film Setan Alas! telah meraih Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023.
Selain itu, pujian juga datang dari sutradara horor kenamaan Joko Anwar yang menyebut film ini sebagai karya yang “Amazing, Awesome, dan Mindblowing.”
Di tingkat global, film ini melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat. Sepanjang 2024, film ini juga diputar di London dan Toronto, dengan respons positif dari penonton internasional yang mengapresiasi pendekatannya yang anti mainstream.
Setelah perjalanan festival dan rangkaian promosi, Setan Alas! (The Draft!) dijadwalkan akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026.
“Saya berharap, film ini bisa menjadi alternatif film segar bagi penonton yang menginginkan pengalaman horor yang lebih subtil, reflektif, dan berbasis atmosfer. Ke depan, kami berencana melanjutkan penayangan film baru, untuk memperluas perkembangan genre horor Indonesia,” ungkap Yusron.(*)
Penulis : Elis
