News Yogyakarta

Diduga Jadi Lokasi Prostitusi, Hotel di Kawasan Brigjen Katamso Digerebek Setelah Laporan Warga

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Sebuah hotel di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta, diduga menjadi lokasi praktik prostitusi. Dugaan tersebut terungkap setelah adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas sejumlah tamu hotel yang dinilai mempertontonkan perilaku tidak senonoh secara terang-terangan.

Laporan warga itu kemudian diteruskan kepada tokoh masyarakat sekaligus Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Romo Acun Hadiwidjojo. Berbekal informasi tersebut, Romo Acun langsung berkoordinasi dengan jajaran kepolisian serta melakukan pengecekan awal bersama komunitas Obar Abir.

Menurut Romo Acun, awal mula pengungkapan kasus tersebut bermula dari sebuah pesan singkat yang masuk ke telepon selulernya.

Dalam pesan tersebut, seorang warga mengaku kesulitan memperoleh respons setelah beberapa kali melaporkan dugaan aktivitas prostitusi kepada pihak berwenang. Pelapor juga menyampaikan keresahannya karena aktivitas para tamu hotel dinilai sudah mengganggu ketertiban masyarakat sekitar.

“Ndoro, maaf. Saya mau melaporkan ada sebuah hotel di daerah Brigjen Katamso yang tingkah laku tamunya sangat meresahkan. Mereka terang-terangan berlaku mesra (mesum) dan meresahkan masyarakat. Saya kesulitan menghubungi pihak kepolisian. Beberapa laporan saya ke pihak berwajib belum ada tanggapan dari mereka. Tingkah laku pengunjung hotel sangat vulgar. Minta bantuannya untuk menghentikannya,” demikian isi pesan yang diterima Romo Acun dikutip, Minggu (28/6/2026).

Usai menerima laporan tersebut, Romo Acun mengaku tidak menunggu lama untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang bertugas di wilayah tersebut.

Ia menghubungi Kapolsek Gondomanan AKP, Basungkawa, serta Kapolsek Mergangsan AKP Anar Fuady agar laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

“Malam saat peristiwa, saya berkoordinasi dengan AKP Basungkawa, Kapolsek Gondomanan dan Kapolsek Mergangsan, AKP Anar Fuady. Mereka langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Kami juga berkoordinasi dengan masyarakat pemberi informasi,” ujar Romo Acun.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat, komunitas, dan aparat kepolisian menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan laporan tersebut.

Sembari menunggu aparat kepolisian tiba, anggota komunitas Obar Abir melakukan pemantauan terhadap lokasi yang dilaporkan warga.

Dari hasil pengawasan awal, mereka menemukan sejumlah aktivitas yang dinilai mencurigakan dan sesuai dengan informasi yang sebelumnya diterima dari pelapor.

“Setelah mendapat laporan saya dan anggota Obar Abir melihat ke lokasi yang ditunjukkan oleh pelapor dan mendapati di lokasi tersebut memang ada sesuatu yang mencurigakan sesuai laporan dari pelapor,” kata Romo Acun.

Ia menegaskan, bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sebelum diteruskan kepada aparat penegak hukum.

Tak berselang lama setelah dilakukan koordinasi, personel Polsek Mergangsan datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Romo Acun mengaku sempat ingin membuktikan apakah benar laporan masyarakat sebelumnya tidak mendapatkan respons. Namun menurutnya, setelah dirinya menghubungi aparat secara langsung, polisi bergerak cepat menuju lokasi.

“Niat saya ingin membuktikan laporan dari pelapor yang katanya mereka sudah memberikan laporan ke pihak yang berwajib tidak pernah ditanggapi. Namun ternyata setelah kami menghubungi yang berwajib, tidak lama anggota Polsek Mergangsan cepat bertindak mendatangi TKP dan mendapatkan bukti-bukti yang dilaporkan. Segera terduga pelaku langsung diamankan,” jelasnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang dinilai berhasil menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional.

Romo Acun menilai keberhasilan pengungkapan dugaan praktik prostitusi tersebut merupakan hasil sinergi antara masyarakat yang berani melapor, komunitas yang membantu melakukan pemantauan, serta aparat kepolisian yang sigap merespons informasi.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di Kota Yogyakarta.

Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana atau aktivitas yang mengganggu ketenteraman lingkungan.

Di akhir keterangannya, Romo Acun menegaskan bahwa komunitas Obar Abir selama ini bekerja tanpa mencari sensasi ataupun popularitas.

Menurutnya, yang menjadi prioritas adalah membantu menciptakan situasi Yogyakarta yang aman, tenteram, dan kondusif melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.

“Obar Abir bergerak cepat, senyap, tidak perlu grudak-gruduk, bengak-bengok, waton serem. Bukti nyata kinerjanya selalu bersinergi dengan yang berwajib untuk menciptakan Yogyakarta adem ayem tentrem. Tidak perlu tampil di depan pakai aturan dan prosedural. Ora waton serem kanggo cari panggung,” pungkas Romo Acun.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *