Edukasi Yogyakarta

Hadapi Kekeringan Berulang, DIY Didorong Perkuat Infrastruktur Air Bersih

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., mendorong penguatan infrastruktur air bersih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengatasi kekeringan yang berulang setiap musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan tampungan air, sumur bor, konservasi mata air, dan pengembangan jaringan air baku.

“Distribusi air tangki menjadi penting untuk penanganan darurat, tetapi tidak boleh menjadi solusi yang terus berulang setiap musim kemarau,” ujar Gus Hilmy sapaan akrab Hilmy Muhammad pada keterangan, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, ketahanan air tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Selama periode 4 Juli hingga 31 Agustus 2026, pemerintah daerah telah mendistribusikan 6,043 juta liter air bersih melalui 1.117 pengiriman tangki ke wilayah Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman.

Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit Swastono, menyebutkan terdapat 12 kapanewon yang berpotensi menghadapi krisis kekeringan pada musim kemarau 2026. Wilayah Tepus, Rongkop, dan Panggang termasuk daerah yang mengalami dampak berat.

Sigit mendorong pengerukan telaga untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta pengembangan sumur bor dan sistem penyediaan air minum desa, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.

“Kekeringan terkonsentrasi di Tepus, Rongkop, dan Panggang, sementara wilayah Panggang mengalami kekeringan berulang serta Purwosari menjadi daerah rawan yang memerlukan bantuan air bersih di Kalurahan Giripurwo dan Giricahyo. Kondisi ini juga diperparah oleh sekitar 359 telaga yang belum berfungsi optimal,” ungkap Sigit.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Parlinggoman Simanungkalit, menyampaikan alokasi anggaran penanganan sumber daya air di DIY mencapai Rp108,88 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pengendali banjir, rehabilitasi irigasi, pembangunan sumur bor, serta penanganan tebing sungai kritis.

Alokasi anggaran penanganan sumber daya air di Provinsi DIY, totalnya anggarannya mencapai Rp108,88 miliar. Di antaranya pembangunan Groundsill Srandakan Sungai Progo untuk mengurangi degradasi dasar sungai, proyek pengendali banjir untuk perlindungan kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), pengendalian banjir Kota Yogyakarta, Pembangunan sumur bor untuk jaringan irigasi air tanah (JIAT) di kawasan AAU Sleman, program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI), serta penanganan darurat normalisasi dan pemasangan bronjong pada sejumlah titik tebing kritis guna mengantisipasi daya rusak air dan ancaman banjir di wilayah DIY.

“Melalui berbagai penanganan infrastruktur strategis mulai dari pengendali banjir, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga sumur bor dan pengelolaan wilayah sungai, kami berkomitmen untuk terus sigap membangun negeri dan menghadirkan solusi nyata dalam menjaga ketahanan air serta mendukung pembangunan berkelanjutan di DIY,” ujar Parlinggoman Simanungkalit.(*)

Penulis : Elis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *