INTENS PLUS – JAKARTA. Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 memperkuat kolaborasi antara desainer lokal dan pembeli internasional (buyers) untuk mendorong industri fesyen Indonesia semakin berdaya saing di pasar global.
Perhelatan yang telah berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, ini menjadi wadah bagi para pelaku industri fesyen untuk menampilkan kreativitas, memperluas jaringan bisnis, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya busana kontemporer.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan bahwa pemerintah memiliki dua fokus utama dalam pengembangan industri fesyen nasional, yakni menjadikan Indonesia sebagai kiblat modest fashion dunia dan pusat inovasi sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan.
“Dari Kementerian Ekonomi Kreatif, ada dua fokus yang sangat penting untuk fesyen. Pertama, menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Kedua, menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi sustainable fashion,” ujar Irene pada keterangan, sabtu (17/10/2026).
Menurut Irene, pengembangan fesyen berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan bahan, tetapi juga harus mempertimbangkan kapasitas produksi, kelestarian lingkungan, serta keunikan desain yang mencerminkan identitas penggunanya.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan budaya Indonesia. Salah satunya melalui perpaduan wastra Nusantara dengan industri gim internasional.
Irene mencontohkan motif batik yang dikenakannya sebagai bagian dari suvenir resmi PUBG Mobile World Championship, kolaborasi tersebut menunjukkan peluang bagi batik dan wastra Indonesia untuk masuk ke ekosistem digital global.
“Keterlibatan generasi muda jadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Indonesia. Karena itu, batik dan wastra Nusantara perlu dikemas secara relevan melalui kolaborasi dengan jenama internasional serta perluasan pasar ke luar negeri,” kata Irene.

Upaya memperluas pasar fesyen Indonesia juga terlihat dalam Fashion Parade #7 IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 yang menampilkan koleksi dari 11 jenama fesyen, yakni ALRAFI, Asky Febrianty, Batik Siger, Batik Widayati x GEYA, EIWA, Erika Chung dari Taiwan, Fahmi Sasirangan, KAYO, Kiki Mahendra, MYLYF Official, dan Puru Kambera.
Dua di antaranya, yaitu ALRAFI dari Kepulauan Riau dan Batik Siger dari Lampung, merupakan jenama binaan Kementerian Ekonomi Kreatif yang direkomendasikan tampil di panggung utama.
Koleksi yang ditampilkan mengangkat kekayaan wastra Nusantara, melalui pendekatan desain modern. Fahmi Sasirangan, misalnya, mengolah kain tradisional Kalimantan Selatan menjadi busana kontemporer.
Sementara itu, KAYO memadukan batik dan tenun dengan teknik laser cut, bordir, serta ornamen tiga dimensi untuk menghasilkan desain yang lebih inovatif.
Desainer asal Taiwan, Erika Chung, turut menghadirkan pendekatan fesyen berkelanjutan melalui pemanfaatan serat alami dan bahan daur ulang. Kehadirannya memperkuat pertukaran gagasan mengenai inovasi material dan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.
Dorong Fesyen Indonesia Bersaing di Pasar Global
Fashion festival tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, Indonesia Fashion Chamber (IFC), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta sejumlah mitra strategis.
Dirancang untuk mempertemukan kreator dan pelaku industri fesyen dengan buyers internasional, melalui pertemuan kreativitas desainer. Diharapkan kegiatan ini dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.
“Selain mempromosikan modest fashion, ajang ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi fesyen berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi wastra Nusantara dalam industri fesyen modern. Dengan memperluas kolaborasi dan akses pasar internasional, Saya berharap festival ini dapat mendukung pertumbuhan industri fesyen nasional, serta meningkatkan daya saing jenama lokal, dan memperkuat identitas budaya Indonesia di panggung dunia,” kata Irene.(*)
Penulis : FDA
