INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Rany Widayati mencanangkan program Sabtu Budaya sebagai upaya untuk mengentaskan kejahatan jalanan oleh remaja atau yang biasa disebut klitih.
Rany bilang, program ini menggunakan pendekatan Pancasila dan budaya untuk mengalihkan energi anak-anak muda agar terarah kepada hal produktif dan menghindari hal-hal negatif.
“Para pelajar diberikan ruang untuk menampilkan (hasil belajarnya lewat) tarian, kreasi fashion, olahraga hingga kesenian tradisi lainnya. Ini bisa jadi contoh positif untuk mengurangi kejahatan jalanan di Yogya,” kata Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Rany Widayati, Kamis (6/6/2024).
Rany membeberkan, program Sabtu Budaya sudah diterapkan lebih dulu oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, ada dampak positif yang didapatkan para pelajar lewat program Sabtu Budaya. Sehingga program ini sangat mungkin diadobsi DIY.
Selain itu, DIY pun jadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang mempunyai Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Sehingga Rany optimis, Sabtu Budaya punya payung hukum untuk diterapkan di DIY.
Oleh sebab itu, Rany mendorong Pemerintah Daerah DIY untuk bisa mengalokasikan Dana Keistimewaan (danais) guna menerapkan program seperti Sabtu Budaya. Sehingga pemanfaatan danais itu bisa semakin tepat sasaran bagi warga DIY, khususnya bagi para pelajar.
“Ini bisa dikolaborasikan dengan agenda budaya. Misalnya, hari kreasi di mana semua siswa tampil dan tentu mempersiapkan sepanjang proses 34 hari sebelumnya. Ini bisa menjadi ruang eksepresi sekaligus mendorong siswa berkegiatan positif,” paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Aidy Furqan, mengklaim program Sabtu Budaya yang sudah diterapkan pihaknya menjadi program yang efektif untuk mengurangi angka kejahatan jalanan di NTB. Kendati belum memiliki data resmi angka kriminalitas sebelum dan setelah program dilaksanakan.
“Menurut kami itu cukup mengurangi angka kriminalitas di anak meskipun tidak ada data resminya, berapa persentase. Tetapi anak-anak dengan ada kegiatan di hari Sabtu itu, Senin sampai Jumat mereka sibuk untuk mempersiapkan penampilan di hari Sabtu yang persiapannya jauh-jauh hari,” jelasnya.
Sibuknya remaja NTB dalam berbagai aktivitas, kata Aidy, mengurangi waktu untuk bersantai. Sehingga energi para remaja tersalurkan ke hal positif.
“Nah itulah yang membuat kami terus berpikir keras, sehingga anak-anak itu terus sibuk, tidak sempat untuk nakal dan sebagainya,” tandasnya.(*)
Penulis : Fatimah Purwoko
Pendidikan
Yogyakarta
Komisi A DPRD DIY Canangkan Program Sabtu Budaya untuk Entaskan Klitih
- by Redaksi
- 06/06/2024
- 0 Comments
- 1 minute read
- 979 Views

Berita Terkait ...