Headline Regional

Hilirisasi Tambang Nikel Ancam Lingkungan di Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Minta Prabowo Hentikan Kerusakan

INTENS PLUS – PAPUA. Pelaksanaan program hilirisasi nikel bertransisi menuju penggunaan energi bersih, berdampak pada kehancuran tumbuhnya penggalian tambang nikel diberbagai tempat dari Sulawesi hingga Maluku, dan kini mengancam Raja Ampat, Papua Barat.

Aktifitas perusakan alam oleh tambang nikel di Raja Ampat menuai sorotan di media sosial tajam dari berbagai pihak, termasuk Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Mengutip dari laman Greenpeace menyuarakan #SaveRajaAmpat menyampaikan kerusakan yang terjadi wilayah surga timur Indonesia ini.

Sepenggal surga di timur Indonesia, gugusan pulau tropis yang memesona, perairan yang kaya dengan kehidupan bawah laut, bentangan karst yang megah, serta tutupan hutan yang rapat dan masih alami membuat Raja Ampat dijuluki “The Last Paradise on Earth”. 

Kawasan di Papua Barat Daya ini bahkan telah menjadi situs warisan dunia global geopark yang diakui UNESCO.

Bagi wisatawan, Raja Ampat merupakan tempat berlibur yang sempurna. Bagi penggiat konservasi, Raja Ampat adalah jantung dari segitiga terumbu karang dan pusat keanekaragaman hayati baik di darat maupun di lautan. Bagi masyarakat setempat, Raja Ampat tak hanya memberikan keindahan alam, tapi juga sumber kehidupan.

Namun kini Raja Ampat dalam bahaya Industri tambang belum berhenti menjajah alam. Kali ini, nikel menjadi pisau tajam yang membabat keindahan Raja Ampat.

Karena tambang nikel, Raja Ampat terancam kehilangan daya tariknya. Ada pulau  kecil yang sudah dikeruk, ada hutan yang sudah dibabat.

Tak lama lagi sumber air akan tercemar, kehidupan bawah laut akan rusak. Masyarakat setempat akan kehilangan sumber kehidupan mereka.

Kita akan kehilangan tempat healing dan liburan paling indah dan Indonesia akan kehilangan potongan surga terakhirnya, apakah semua ini harga yang harus dibayar demi penambangan nikel?

Selamatkan Raja Ampat, jika tambang nikel di Raja Ampat tak dihentikan, kita berpotensi kehilangan spesies endemik Raja Ampat seperti biawak Waigeo, udang mantis merak, hiu karpet berbintik dan lainnya.

Ikan pari manta (manta rays) yang dilindungi dari kepunahan, berbagai spesies dari terumbu karang. Raja Ampat merupakan rumah bagi 75% spesies karang di dunia, 2.500 spesies ikan, 47 spesies mamalia, dan 274 spesies burung.

Lebih dari 8.775 hektare hutan terancam dibabat untuk pertambangan nikel, ratusan pulau kecil yang menjadi daya tarik utama Raja Ampat.

Kegiatan ekowisata berbasis ekonomi masyarakat lokal yang berpotensi besar menyumbang peningkatan pendapatan daerah. Sumber kehidupan bagi masyarakat kampung/setempat di Raja Ampat, tambang nikel tidak boleh menghancurkan surga terakhir kita.

Kegiatan penambangan nikel berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada terumbu karang dan habitat darat melalui penggundulan hutan, sedimentasi dan polusi.

Berdasarkan pemetaan lokasi semua izin melalui data pemerintah Indonesia, ada lima izin yang masih aktif, di samping 11 izin yang telah dikeluarkan dan dibatalkan, sehingga total ada 16 izin yang masih aktif dan yang telah dibatalkan di seluruh pulau-pulau di Raja Ampat. 13 dari izin-izin tersebut berada di dalam batas-batas Geopark Global UNESCO Raja Ampat. 

Lebih dari setengahnya terletak di dalam kawasan yang saat ini atau sebelumnya dilindungi menurut klasifikasi lahan Pemerintah Indonesia. 

Salah satu lokasi paling terkenal di Raja Ampat, Piaynemo, yang juga dikenal dengan sebutan ‘Langkah Jokowi’, merupakan salah satu wilayah yang sebelumnya memiliki izin untuk pertambangan nikel.

Selamatkan Raja Ampat!, Kita sudah kehilangan terlalu banyak, termasuk kekayaan alam dan keanekaragaman hayati akibat aktivitas dari industri pertambangan. Kali ini Raja Ampat yang menjadi korbannya.

Pada Seruannya Greenpeace Indonesia untuk tambang nikel di Raja Ampat, Papua menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya:

  • #1 Evaluasi dan cabut izin tambang nikel di Raja Ampat
  • #2 Tinjau ulang kebijakan industrialisasi nikel di Indonesia
  • #3 Berhenti membuat masyarakat menderita karena kebijakan industrialisasi nikel

Mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menumpahkan kekawatirannya pada akun mediasosial twitter (X), ia minta agar Presiden Prabowo menghentikan kehancuran Raja Ampat karena ancaman tambang nikel. 

“Yth. Bapak Presiden @Prabowo@Gerindra mohon dengan sangat, hentikan penambangan di Raja Ampat ini,” tulis Susi lewat akun X-nya, @susipudjiastuti, Selasa (5/6/2025).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menilai ekspansi tambang nikel di Raja Ampat bisa berbenturan langsung dengan upaya pelestarian kawasan wisata.

Ia mengungkapkan saat kunjungan reses ke Kota Sorong, memang perlu ada perhatian khusus terhadap lonjakan aktivitas tambang yang terjadi belakangan ini.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti. Salah satunya adalah pembangunan industri pertambangan nikel di Raja Ampat. Kita tahu ini sudah marak, diviralkan oleh Greenpeace, dan saya datang ke beberapa tempat yang juga didemo. Semua pihak punya keinginan yang sama, kelestarian dan keberlanjutan daerah wisata yang luar biasa kaya,” ucap Evita.

Evita berpesan, keindahan Raja Ampat tak hanya di laut. Tapi juga hutan, sungai, dan seluruh ekosistemnya. Semua itu satu kesatuan daya tarik kelas dunia.

“Ekosistem dari perkembangan pariwisata ini tidak boleh terganggu karena adanya usaha-usaha yang mengancam keberlanjutan kawasan ini. Kita akan membicarakan hal ini di DPR RI, mencari solusi terbaik,” katanya.

Sebelumnya pada 26 Mei 2025, ratusan warga dari berbagai kampung di Papua Barat memadati halaman kantor DPRD Kabupaten Raja Ampat.

Diketahui, perusahaan tambang PT Mulia Raymond Perkasa yang beroperasi di Pulau Batang Pele dan Manyaifun dituding sebagai ancaman serius.

Dua pulau Raja Ampat, tidak hanya menjadi wilayah hidup masyarakat adat, tetapi juga berbatasan langsung dengan zona konservasi laut yang memiliki ekosistem laut paling kaya di dunia.

“Kami bukan anti pembangunan. Tapi ini bukan pembangunan. Ini penghancuran,” ujar Ketua ALJARA dalam orasinya.

Suara perlawanan dari darat hingga dunia digital, masyarakat juga turun ke jalan Tagar #SaveRajaAmpat merajai trending topic di berbagai platform media sosial.

Ribuan orang menyuarakan solidaritas mereka, dari aktivis lingkungan, influencer, hingga masyarakat umum yang terpanggil untuk melindungi “surga terakhir Indonesia”.(*)

Penulis : Elis

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *