Pendidikan Yogyakarta

Wamendikdasmen Resmikan Hasil Revitalisasi 28 SMA di DIY

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Prof. Atip Latipulhayat meresmikan hasil revitalisasi sarana dan prasarana 28 satuan pendidikan jenjang SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun Anggaran 2025. Peresmian tersebut dipusatkan di Kompleks SMA Ali Maksum, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Kota Yogyakarta.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional, baik di sekolah negeri maupun swasta, sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Kepala SMA Ali Maksum, KH Khoirul Fuad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menunjuk sekolahnya sebagai lokasi peresmian revitalisasi SMA se-DIY.

“Terima kasih atas kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang memberikan kepercayaan kepada kami menjadi tuan rumah peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan jenjang SMA se-DIY Tahun Anggaran 2025,” ujar Khoirul Fuad. Sabtu (31/1/2026).

Ia menilai kehadiran program revitalisasi pendidikan merupakan keberkahan tersendiri bagi dunia pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana belajar.

Menurut Khoirul Fuad, revitalisasi sarana pendidikan sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama. Ia menyebut visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hanya dapat terwujud melalui pendidikan berkualitas.

“Pembangunan pendidikan harus bertumpu pada pembangunan manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta pemerataan pembangunan. Revitalisasi pendidikan ini menjadi langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Khoirul Fuad juga menceritakan proses pembangunan empat ruang kelas baru di SMA Ali Maksum yang berlangsung dalam waktu singkat. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti kisah Bandung Bondowoso karena perencanaannya dilakukan cepat dan pengerjaannya dikebut.

“Direncanakan dalam satu malam, dilaksanakan dalam tiga bulan, dan baru selesai tadi malam pukul 01.00. Kami mendapat bantuan empat ruang kelas baru, namun karena keterbatasan lahan di Krapyak, pembangunan dilakukan di lantai dua,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, menyatakan bahwa revitalisasi 28 SMA di DIY telah selesai 100 persen, baik dari sisi fisik bangunan maupun pertanggungjawaban keuangan.

Ia mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY, sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sarana pendidikan.

“APBD di DIY terbatas sekali. Bantuan dari pemerintah pusat sangat bermanfaat bagi kami. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, kami berharap kualitas pembelajaran dan prestasi siswa semakin meningkat,” ujar Suhirman.

Suhirman menambahkan, dengan fasilitas yang semakin baik, sekolah juga dituntut untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Ia berharap SMA Ali Maksum dapat menjadi salah satu wakil DIY di tingkat nasional.

“Dengan semangat dan ketekunan yang tinggi, harapan itu tentu bisa terwujud. Ruang kelas baru ini diharapkan mampu memaksimalkan proses belajar seluruh siswa,” katanya.

Berdasarkan data Disdikpora DIY, total nilai bantuan revitalisasi untuk 28 SMA di DIY mencapai Rp19.970.789.000. Sementara SMA Ali Maksum menerima bantuan sebesar Rp1.183.658.000 yang digunakan untuk pembangunan empat ruang kelas baru.

Dana revitalisasi tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki dan membangun ruang kelas, meningkatkan kenyamanan belajar, serta mendukung kegiatan pembelajaran yang lebih efektif.

Wamendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Bagi pemerintah, sekolah swasta adalah mitra. Program revitalisasi ini memastikan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, memiliki sarana pendidikan yang layak,” ujar Atip.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, program revitalisasi dilaksanakan melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing sekolah. Dari target awal 13.440 sekolah, jumlah penerima meningkat menjadi 16.150 sekolah karena efisiensi anggaran.

“Ternyata sekolah mampu melaksanakan swakelola dengan amanah, termasuk di SMA Ali Maksum ini. Semua terlaksana dengan sangat baik dan dalam waktu yang singkat,” katanya.

Revitalisasi Sekolah Dilanjutkan Tahun 2026

Untuk tahun 2026, pemerintah memastikan program revitalisasi sekolah akan berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas. Menurut Atip, Presiden Prabowo telah menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk 11 ribu sekolah, yang kemudian ditambah hingga mencakup 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

“Pada peringatan Hari Guru Nasional, Presiden Prabowo menambahkan alokasi untuk 60 ribu sekolah lagi, sehingga totalnya menjadi 71 ribu sekolah. Ini dilakukan karena banyak sarana pendidikan yang sudah lebih dari 20 tahun tidak tersentuh pembangunan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *