INTENS PLUS – JAKARTA. Nama Nemesio Ruben Oseguera Cervantes mungkin tidak familiar bagi banyak orang. Namun bagi aparat keamanan Meksiko dan Amerika Serikat, sosok yang lebih dikenal dengan julukan El Mencho ini adalah salah satu buronan Bos kartel paling diburu di dunia selama lebih dari satu dekade.
Sebagai pendiri dan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), El Mencho membangun kerajaan narkotika lintas negara yang disebut-sebut setara dengan kekuatan Sinaloa Cartel.
Di bawah komandonya, CJNG berkembang menjadi kartel paling agresif di Meksiko, dengan jaringan distribusi yang menjangkau seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat.
Lalu, siapa sebenarnya El Mencho? Bagaimana perjalanan hidupnya hingga menjadi simbol generasi baru kartel narkoba Meksiko?
El Mencho lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, negara bagian Michoacán, Meksiko. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sempat bekerja sebagai petani alpukat. Dalam fase awal kehidupannya, ia bahkan pernah menjadi anggota kepolisian lokal.
Namun pada 1980-an, ia mulai terlibat dalam penanaman ganja. Ambisi dan kebutuhan ekonomi membawanya bermigrasi secara ilegal ke Amerika Serikat. Di San Francisco, California, ia semakin dalam masuk ke jaringan perdagangan narkoba.
Pada 1994, ia dijatuhi hukuman hampir tiga tahun penjara oleh Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California atas konspirasi distribusi heroin. Setelah bebas, ia dideportasi kembali ke Meksiko pada usia sekitar 30 tahun. Kepulangannya justru menjadi awal karier kriminal yang lebih besar.
Mendirikan CJNG dan Bangkit Jadi Kekuatan Baru
Setelah kembali ke Meksiko, El Mencho bergabung dengan Kartel Milenio dan kemudian beraliansi dengan faksi yang dipimpin Ignacio “Nacho” Coronel, tokoh penting dalam Kartel Sinaloa.
Ketika Coronel tewas dalam operasi militer, El Mencho melihat peluang untuk membangun organisasi sendiri. Sekitar 2007–2009, ia bersama Erik Valencia Salazar mendirikan CJNG.
Dari sisa-sisa organisasi lama, CJNG tumbuh pesat. Strategi El Mencho dikenal brutal sekaligus adaptif. Ia tidak hanya fokus pada kokain dan metamfetamin, tetapi juga memperluas jaringan perdagangan fentanil yaitu zat sintetis yang jauh lebih menguntungkan dan menjadi penyebab utama krisis overdosis di Amerika Serikat.
Kartel Paling Agresif di Meksiko
Di bawah kepemimpinannya, CJNG dikenal dengan taktik militeristik dan keberanian menyerang aparat secara langsung.
Beberapa aksi yang mencuat ke publik antara lain:
- Penggunaan drone peledak dan ranjau darat
- Penembakan helikopter militer
- Serangan bersenjata di pusat kota
Upaya pembunuhan terhadap kepala kepolisian Mexico City pada 2020
Badan Antinarkotika Amerika Serikat (DEA) menyebut CJNG sebagai salah satu ancaman terbesar bagi keamanan nasional AS. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menawarkan hadiah hingga US$15 juta atau 15 juta dolar AS (sekitar Rp 235 miliar) untuk informasi penangkapan terhadap El Mencho.
Operasi Militer dan Akhir Pelarian
Setelah bertahun-tahun menghindari penangkapan dengan berpindah lokasi dan bersembunyi di wilayah terpencil, El Mencho akhirnya dilaporkan tewas dalam operasi militer di kawasan pegunungan Tapalpa, Jalisco.
Aparat melacak keberadaannya setelah mengikuti pergerakan seorang perempuan yang memiliki hubungan dekat dengannya menuju kawasan resor. Pasukan khusus kemudian melakukan penyergapan yang berujung baku tembak sengit di kompleks persembunyian hingga ke area hutan.
Dalam operasi tersebut, beberapa orang tewas di lokasi. Sejumlah tersangka ditangkap, serta senjata berat dan kendaraan lapis baja disita. El Mencho dilaporkan terluka dalam baku tembak dan meninggal saat diterbangkan menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa intelijen Amerika Serikat turut membantu operasi tersebut. Kematian El Mencho dipandang sebagai kemenangan besar dalam perang melawan perdagangan fentanil lintas negara.
Kekayaan dan Jaringan Global
Besarnya operasi CJNG membuat kekayaan El Mencho sulit dipastikan. Berbagai laporan intelijen memperkirakan asetnya mencapai ratusan juta dolar hingga lebih dari US$1 miliar.
- Sumber kekayaannya berasal dari:
- Produksi dan ekspor metamfetamin
- Perdagangan fentanil ke AS
- Distribusi kokain dan heroin
- Pemerasan, penculikan, dan pencucian uang
- Pencurian bahan bakar
Dana tersebut diduga tersebar dalam bentuk uang tunai, properti, kendaraan mewah, dan perusahaan cangkang untuk menyamarkan aliran dana.
Meski kematiannya dirayakan sebagai keberhasilan besar pemerintah Meksiko, para pengamat memperingatkan potensi gejolak baru. Tanpa suksesi kepemimpinan yang jelas, kekosongan di puncak CJNG bisa memicu perang internal antar-faksi.
Beberapa anggota keluarga inti El Mencho diketahui telah dipenjara, sehingga struktur komando kartel diperkirakan akan mengalami perombakan besar.
Dalam sejarah perang narkoba Meksiko, jatuhnya satu pemimpin sering kali tidak mengakhiri kekerasan, sebaliknya malah justru membuka babak konflik baru.(*)
Penulis : Elis
