INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Sri Sultan Hamengkubuwono X hadir sebagai penguji utama dalam sidang terbuka promosi doktor RB Dwi Wahyu B, anggota DPRD DIY, dari Program Studi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (27/4). Sidang berlangsung di Gedung Moh. Amin, Fakultas Ilmu Budaya UNY dan menjadi sorotan karena menghadirkan gagasan inovatif terkait kurikulum SMK berbasis wisata budaya.
Dalam disertasinya, RB Dwi Wahyu B menawarkan model kurikulum link and match wisata budaya sebagai solusi atas persoalan klasik pendidikan vokasi, yakni rendahnya serapan lulusan SMK di industri besar seperti perhotelan dan biro perjalanan.
Menurut RB Dwi Wahyu, ketergantungan pada industri formal selama ini membuat banyak lulusan SMK tidak terserap optimal. Sementara itu, potensi wisata budaya di tingkat kalurahan dan kelurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru belum dimaksimalkan.
“Kalurahan dan kelurahan memiliki potensi besar sebagai basis pengembangan wisata budaya. Ini peluang nyata bagi lulusan SMK untuk berkarya sekaligus menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya dalam sidang terbuka yang disampaikan pada keterangan, Selasa (28/4/2026).
Model kurikulum yang ditawarkan mengarahkan lulusan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta kerja (job creator) berbasis potensi lokal.
Kurikulum link and match wisata budaya ini dirancang adaptif dengan lima tahapan utama, yakni perencanaan, pengorganisasian, implementasi, supervisi, dan evaluasi.
Perencanaan dilakukan secara bottom-up dengan menekankan penguatan soft skill siswa,
pengorganisasian melibatkan pemangku kepentingan di tingkat kalurahan/kelurahan, implementasi menggunakan metode project-based learning berbasis praktik lapangan,
Supervisi menghadirkan guru pendamping di wilayah desa/kelurahan dan evaluasi bersifat komprehensif dan berbasis umpan balik berkelanjutan.
Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di masyarakat.
Empat Jurusan SMK Jadi Fokus
RB Dwi Wahyu mengarahkan kurikulum ini pada empat jurusan utama SMK yang relevan dengan wisata budaya:
- Perhotelan → pengelolaan homestay
- Tata Boga → pengembangan warung tradisional
- Tata Busana → produksi busana adat untuk event budaya
- Usaha Perjalanan Wisata → pengelolaan Pokdarwis
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung terlibat dalam pengembangan ekonomi berbasis budaya di wilayahnya.
Dalam paparannya, RB Dwi Wahyu juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah daerah. Ia mendorong agar model kurikulum ini dapat disinergikan melalui regulasi seperti Peraturan Gubernur (Pergub) maupun Peraturan Daerah (Perda) berbasis keistimewaan DIY.
“Harapannya kebijakan ini mampu memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan wisata budaya sebagai sumber kesejahteraan,” ujar Dwi.
Sidang terbuka ini dipimpin oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, sebagai Ketua Penguji. Turut hadir sebagai Sekretaris Penguji Dr. Setya Raharja dan Penguji lainnya Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto.
Sementara itu, tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo dan Prof. Dr. Lia Yuliana.(*)
Penulis : Elis
